Home / Daerah / 34 PJ Kepala Desa SBD Dilantik, Bupati SBD Minta Masyarakat Waspada Covid-19

34 PJ Kepala Desa SBD Dilantik, Bupati SBD Minta Masyarakat Waspada Covid-19

81 Kali dibaca
Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete saat mengambil sumpah jabatan dan pelantikan Penjabat Kepala Desa (Kades)
Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete saat mengambil sumpah jabatan dan pelantikan Penjabat Kepala Desa (Kades)

Bagikan Halaman ini

Tambolaka, penanusantara.com – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete menggelar acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Penjabat Kepala Desa (Kades) yang dilaksanakan di Aula rumah jabatan Bupati SBD, Desa Rada Mata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ,Senin (23/03/2020) malam.

Hadir pada acara pelantikan tersebut Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP, Plt Kepala Dinas PMD Drs. Dominggus Bula, M.Si, tokoh agama, tokoh masyarakat masing-masing desa serta semua tamu undangan lainnya.

Penjabat kepala desa (kades) yang dilantik berjumlah 34 Kepala Desa (kades), yang terdiri atas 7 desa dari kecamatan Wewewa Barat, 4 desa dari Wewewa Timur, 2 desa dari Wewewa Tengah, 3 desa dari Wewewa Selatan, 2 desa dari Wewewa Utara, 1 desa dari Loura, 1 desa dari Kecamatan Kota, 1 desa dari Kodi, 1 desa dari Kodi Utara, 7 desa dari Kodi Bangedo dan 5 desa dari Kecamatan Kodi Balaghar.

Usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete mengatakan, Pelantikan Penjabat Kepala Desa ini dilaksanakan karena ada beberapa desa yang masa jabatan kepala desa defenitifnya sudah berakhir, sehingga perlu dilantik Penjabat Kepala Desa sambil menunggu Pemilihan Kepala Desa defenitif.

Dikatakan lagi, ada desa yang ganti Penjabat Kepala desanya baru 2 – 3 bulan bahkan 1 tahun, itu pasti ada ceritanya kenapa terjadi demikian.

“Oleh sebab itu saya dan pak Wakil Bupati mengharapkan para Penjabat yang terlantik malam hari ini merefleksikan dan menjadi semangat untuk mengantarkan desa itu pada hal yang baik, dan lebih baik lagi dari kemarin,” ungkapnya.

Sementara dalam situasi negara saat ini yang betul-betul dalam kesiagaan berkaitan dengan covid-19, maka politisi PDIP ini meminta kepada seluruh undangan yang hadir dan khususnya dari desa, setelah kembali ke desa agar menyampaikan pada keluarga, untuk tidak kemana-kemana, jangan bersalaman dengan siapa saja, kalau bertemu orang yang batuk agar berjauhan dan menutup mulut, sehingga apabila ada virusnya tidak menular pada orang lain.

“Jika ada keluarga yang datang dari luar Sumba, misalnya dari Bali, kupang, atau dari mana saja, mereka patut diwaspadai karena disana sudah ada virusnya dan virus tersebut akan terbawa melalui keluarga kita yang kembali ke Sumba, maka kita harus selalu waspada dan jaga kesehatan,” pesan Kodi Mete.

“Bagi mereka yang baru pulang dari luar Sumba ketika kita bertemu mereka jangan dulu bersalaman. Dan kita juga minta agar mereka tidak keluar dari rumah selama 14 hari, serta jaga kesehatan dengan sering cuci tangan pakai sabun ketika pulang dari tempat berpergian,” tambahnya.

Selain itu dirinya berpesan agar dalam penyampaian terkait masalah Covid-19 ini kepada masyarakat harus menggunakan bahasa daerah bahwa virus tersebut tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata, sehingga masyarakat benar-benar memahaminya, karena dengan menggunakan kata virus mungkin tidak dipahami apa yang disampaikan.

“Bagi yang suka miras, mohon dihentikan supaya alkohol yang ada dapat dipakai untuk kebutuhan dalam proses pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Laporan : Oktavianus Saingu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini