Home / Daerah / Advetorial : Kabupaten Belu Peringkat Satu Pencegahan Korupsi di NTT

Advetorial : Kabupaten Belu Peringkat Satu Pencegahan Korupsi di NTT

68 Kali dibaca
18

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Pada Tahun 2018 lalu, Kabupaten Belu menjadi daerah yang masuk kategori terbaik alias peringkat satu di Provinsi NTT dalam hal pencegahan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tahun 2019, predikat terbaik ini kembali diraih oleh kabupaten yang berbatasan dengan Negara Republik Demokratic Timor Leste (RDTL).

Artinya, Kabupaten Belu dalam masa kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati, JT. Ose Luan telah dua kali berturut-turut meraih predikat terbaik.

Raihan peringkat satu ini berdasarkan penilaian terhadap pencapaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) di Provinsi NTT dengan prosentase 70 persen.

Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) secara resmi mengumumkan prestasi ini saat rapat koordinasi tentang Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2020 yang dilakukan melalui vidio teleconference, Kamis (14/5/2020) pagi.

Berdasarkan penilaian KPK, Kabupaten Belu secara berturut-turut yakni 2018 dan 2019 serius melakukan upaya pencegahan korupsi sehingga prosentase pencapaian MCP Kabupaten Belu sebesar 70 persen.

Pencapaian MCP dilihat dari delapan indikator yakni, 1). Tersedianya aplikasi Perencanaan dan Penganggaran APBD, 2). Pengadaan Barang dan Jasa (PJB), 3). Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),

4). Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), 5). Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), 6). Dana desa, 7). Optimalisasi Pendapatan Daerah (OPDP, 8). Manajemen Aset Daerah.

Dari data yang dipaparkan KPK, prosentase kedelapan indikator tersebut di atas 50 persen.

Tiga indikator dengan prosentase tertinggi yakni, APBD 92 persen, PTSP 89 persen dan APDP 75 persen.

Terhadap prestasi ini, KPK memberikan apresiasi khusus kepada Pemkab Belu dibawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay dan Wabup J.T Ose Luan yang sangat konsisten dalam melakukan upaya pencegahan korupsi di Kabupaten Belu.

Bupati Belu, Willybrodus Lay lantas diberi kesempatan oleh KPK untuk menyampaikan komentar mewakili para bupati se Provinsi NTT.

Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam kesempatannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu mengucapkan terima kasih kepada KPK yang memberikan penilaian bagi Kabupaten Belu sebagai peringkat satu pencapaian MCP dengan prosentase 70 persen.

Menurut Bupati Belu Willy Lay, prestasi ini patut disyukuri dan menjadi motivasi bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras dan lebih giat lagi sehingga prestasi ini dapat dipertahankan di tahun 2020 dengan nilai yang lebih tinggi dari tahun 2019.

Pemerintah Kabupaten Belu menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPK atas bimbingan yang telah dilakukan selama ini.

Prestasi ini, lanjutnya, dapat tercapai berkat dukungan dan bimbingan dari KPK didukung komitmen pemerintah daerah dan seluruh jajarannya.

“Pemkab Belu tetap mengharapkan dukungan dan bimbingan dari KPK di tahun-tahun mendatang sehingga upaya pencegahan korupsi bisa terwujud sesuai dengan harapan bersama,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sejak tahun 2018 lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia memperkenalkan aplikasi “Monitoring Centre for Prevention” (MCP).

Kepala Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK Tri Gamarefa mengatakan,
aplikasi tersebut dibuat untuk memudahkan monitoring.

“Dengan aplikasi tersebut pemerintah daerah bisa menyampaikan laporannya tanpa harus
menunggu tim dari KPK datang untuk melakukan monitoring,” katanya seperti dilansir antaranews.com.

Gamarefa menuturkan aplikasi MCP berisi kriteria-kriteria yang digunakan untuk menyusun
laporan monitoring dari KPK, dan masing-masing pemerintah daerah mengisi laporan dengan mengentri data/laporan ke dalam aplikasi tersebut. Selain laporan yang disampaikan, juga dapat dilampirkan bukti fisik yang difoto dan dikirimkan bersama dengan laporan yang dientri.

Aplikasi ini dapat memudahkan pemerintah daerah melaksanakan “self assesment”, ujarnya. (advertorial pemkab belu)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini