Home / Daerah / Advetorial : Pemda Belu Gencar Sosialisasikan Literasi Digital, Ini Manfaatnya

Advetorial : Pemda Belu Gencar Sosialisasikan Literasi Digital, Ini Manfaatnya

113 Kali dibaca
FB_IMG_1583484183524

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati JT Ose Luan melalui Dinas Kominfo terus berupaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat Kabupaten Belu terhadap perkembangan teknologi informasi di era saat ini.

Pasalnya, pemahaman masyarakat Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu masih sangat minim terhadap perkembangan teknologi informasi.

Untuk itu, Pemda Belu melalui Dinas Kominfo terus gencar mensosialisasikan literasi digital agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital dengan bijak.

Melalui literasi digital, masyarakat Belu bisa memilah dan memilih dalam menyimak sajian informasi teknologi yang bersileweran. Sebab perkembangan digital teknologi tidak bisa disetop.

Gerakan sosialisasi literasi digital itu dilakukan Pemda Belu melalui Seminar dan pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di wilayah tersebut.

Kegiatan seminar sendiri terlaksana atas kerjasama Direktorat Pemberdayaan Informatika (Dit PI) Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) dengan Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Belu.

Seminar itu mengangkat tema “Masyarakat Cakap Literasi Digital” yang berlangsung di aula Betelalenok, Rabu (04/03/2020) dengan dihadiri 300 peserta berasal dari Camat, Kepala Desa, ASN, mahasiswa, pelajar, pemuda lintas agama, karangtaruna, babinsa dan babinpol serta undangan lainnya.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Belu JT Ose Luan tersebut bermaksud mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi dan komunikasi dengan alat komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, mengelola dan membuat informasi secara cerdas, kreatif dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Ose Luan menyampaikan terima kasih kepada pihak Kementerian Kominfo RI yang bersedia datang dan memberikan pencerahan tentang literasi digital di Kabupaten Belu.

Lebih lanjut Wabup Ose Luan mengatakan Literasi Digital adalah sebuah urgensi di era digital. Dengan adanya literasi digital, maka setiap orang akan lebih kritis terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.FB_IMG_1583484183524 1583484022235

Dengan kata lain, seseorang akan mampu memfilter mana yang baik dan mana yang buruk dengan memilih dan memilah positif-negatifnya sehingga bisa mendapatkan manfaat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebesar-besarnya.

Menurutnya generasi muda kurang menguasai kompetensi digital, hal ini sangat berisiko bagi mereka untuk tersisih dalam persaingan memperoleh pekerjaan, partisipasi demokrasi, dan interaksi sosial. Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif.

Mantan Sekda Belu ini juga menjelaskan, membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama, menjadi literat digital berarti memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan positif.

Wabup Ose Luan berharap peserta yang hadir bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru terkait penggunaan teknologi digital, memahami aturan, norma dan etika pemanfaatan teknologi digital dan secara langsung dapat menggunakan teknologi digital secara benar dan bertanggung jawab serta dapat menyebarkan informasi yang baik dan benar kepada sanak keluaraga dan masyarakat.1583484068868

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Seksi Perancang Literasi Digital Direktorat PI Kementerian komunikasi dan Informatika RI, Rangga Adi Negara menjelaskan manfaat dan sasaran kegiatan ini dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakatdalam mengunakan teknologi digital.

Selain itu menurut Rangga, melalui seminar ini masyarakat dapat memahami berbagi aturan, norma, dan etika terkait pemanfaatan teknologi serta bisa mempraktekan lansung dalam hal pemanfaatan teknologi digital yang produktif dan bertanggung jawab.

Hadir sebagai pemateri dalam Seminar yabg dimoderatori oleh Kepala bidang Hubungan Media dan Sumber Daya Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Belu Dominic Maly itu antara lain Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Belu Drs. Frans R.M, Kepala Seksi Perancang Literasi Digital, Rangga Adi Negara, LSM Masyarakat Anti Fitnah Dan Hoax Indonesia, Giri Lumakto.

Selain itu dalam seminar literasi digital tersebut para peserta diberikan kesempatan langsung untuk mempraktekkan secara langsung pemanfaatan Teknologi Digital untuk semakin memahamia aturan, norma dan etika terkait pemanfaatan Teknologi Digital.

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

Sebelumnya, pada tempat terpisah, Pemerintah Daerah (Pemda) Belu melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika (Kominfo) Bidang Hubungan Media dan Sumber Daya memggelar kegiatan rapat Koordinasi dan sosialisasi pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tingkat Kabupaten Belu tahun 2020.

Rapat sosialisasi KIM dengan metode literasi digital itu berlangsung di aula lantai satu Kantor Bupati Belu, Kamis (27/02/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri para Camat dan para Kepala Desa Se-Kabupaten Belu.

KIM digital ini bertujuan untuk membentuk sebuah lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat yang berorientasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhannya.

Dengan terbentuknya Lembaga Layanan Publik atau KIM diharapkan akan Terwujud Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang inovatif dalam meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendayagunaan informasi dan komunikasi dalam rangka mencapai masyarakat informasi yang sejahtera.

KIM juga merupakan Agen Informasi Pemerintah Dalam menyebarkan Informasi yang benar dan tepat sasaran kepada masyarakat.FB_IMG_1583484194445

Kepala Dinas Kominfo Belu, Johanes Andes Prihatin mengatakan dengan terbentuknya kelompok informasi masyarakat akan menjadi wahana informasi dalam masyarakat.

Menurutnya, peran KIM sangat kuat dalam memperlancar arus informasi antar anggota masyarakat dan antara pemerintah dengan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan mengelola informasi dalam rangka meningkatkan literasi Digital informasi dan mengatasi kesenjangan informasi di masyarakat.

Dengan adanya sosialisasi pembentukan KIM Pemerintah Kabupaten Belu kata Kabid Domi, para anggota KIM bisa mengakses informasi dari berbagai sumber, tidak saja dari media massa tetapi juga dari media yang berbasiskan teknologi informasi (internet).

“KIM merupakan lembaga layanan publik yang perlu di berdayakan sehingga menjadi wadah bagi masyarakat umum untuk melakukan kegiatan dalam mengatasi hambatan informasi,” katanya.

Konsep dan Model pemberdayaan KIM kedepan tambah Kabid Domi harus memanfaatkan dan memadukan Teknologi Informasi dan publikasi melalui media online sebagai alternatif meperoleh dan meneruskan informasi.

Selain itu Media sosial saat ini punya peran yang besar di seluruh kalangan masyarakat, KIM juga harus ikut andil memanfaatkan media sosial untuk ikut mengenalkan potensi yang ada di wilayah masing-masing.

Adapun nara sumber dalam kegiatan rapat koordinasi dan Sosialisasi KIM tersebut yakni Kepala Dinas Kominfo Belu yang membawakan materi terkait mekanisme pembentukan serta pola pengembangan dan pemberdayaan KIM, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Belu, dengan materi terkait Regulasi Pengunaan Anggaran Desa. (Kominfo Belu)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini