Home / Daerah / Advetorial : Rapat Khusus Gugus Tugas Covid-19, Wabup Belu Sebut Dana Selalu Siap

Advetorial : Rapat Khusus Gugus Tugas Covid-19, Wabup Belu Sebut Dana Selalu Siap

62 Kali dibaca
14

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Wakil Bupati Belu – Drs.J.T. Ose Luan didampingi Plt. Sekda Belu yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19, Drs. Marsel Mau Meta dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek, memimpin langsung Rapat Khusus terkait Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Belu.

Rapat khusus ini digelar di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 dan diikuti oleh masing – masing Koordinator percepatan Penanganan Covid – 19, yakni Bidang Pengendalian Pintu Masuk dan Keluar, Bidang Pencegahan, bidang Penanganan, Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Penanganan Sosial dan Dampak Ekonomi, Bidang pengawasan, Bidang Komunikasi dan Informasi, Bidang Monitoring serta juru bicara percepatan penanganan covid – 19 yang juga kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan – Christoforus M. Loe Mau.

Dalam rapat tersebut, masing – masing Koordinator bidang menyampaikan kondisi perkembangan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu.

“Rapat hari melibatkan semua bidang dengan maksud agar semua bidang dipadukan, kemudian kalau ada yang membutuhkan anggaran bisa komunikasikan supaya kita bisa membuat penambahan anggaran karena semua masih fleksibel.

Tadi masing – masing bidang sudah menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan terkait percepatan penanganan Covid -19, tetapi nanti itu secara perhitungan tertulis.

Dan untuk pertama kali kita menggelar rapat bidang percepatan penanganan covid-19.

Dana yang ada di Dinkes belum mengakomidir semua karena dana ini dirancang dengan SK pertama, oleh karenanya, dana itu harus dibahas kembali sehingga kekurangan – kekurangan yang belum didanai harus dimasukan kembali,” tandas Wabup Belu.

Diharapkan melalui rapat ini semua bidang sudah bisa bergerak, karena dana akan selalu siap membiayai mereka.

“Tadi dana masih gelondongan semoga dana itu bisa berubah berdasarkan kebutuhan kegiatan yang ada di bawah,” ujar Wabup Ose Luan.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Belu telah mendirikan 9 Posko Pencegahan Covid-19 di beberapa wilayah perbatasan. Posko ini didirikan untuk menjaring para pendatang dari luar sehingga penularan bisa dicegah.

Tidak sampai di sini, di 12 Kecamatan juga dilakukan penyemprotan Disinfektan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu, kerja sama dari semua pihak untuk bersama – sama melakukan pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat dan selalu waspada serta jaga jarak.

Sementara itu, berdasarkan Rilis Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu disebutkan bahwa hingga Selasa (14/4/2020), jumlah orang dalam pemantauan (OPD) berkurang sebanyak 38 orang.

Dengan demikian, masih tersisa hingga hari Selasa (14/4/2020) adalah sebanyak 25 orang.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu
selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, menjelaskan, update data monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu hingga Selasa, 14 April 2020 Pukul 14:00 WITA jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 692 orang menurun sebesar 31 orang dari jumlah kemarin sebanyak 723 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 63 orang, berkurang 38 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini 25 orang.

“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil,” tulisnya dalam rilis data yang diperoleh penanusantara.com.

Walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, lanjut Christofirus, Pemerintah Kabupaten Belu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri dirumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri. Lindungi diri, lindungi sesama.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci. (advertorial pemkab belu)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini