Home / Daerah / Aksi Begal di Desa Leuntolu, Kades Patris Luan : Pelaku Anak-anak Desa Rafae

Aksi Begal di Desa Leuntolu, Kades Patris Luan : Pelaku Anak-anak Desa Rafae

841 Kali dibaca
Ilustrasi (Foto: NasionalTempo.co)
Ilustrasi (Foto: NasionalTempo.co)

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Ditengah maraknya penyebaran virus corona di berbagai wilayah, dan adanya atensi untuk tidak digelarnya kegiatan mengumpulkan orang sehingga jalan semakin sepi dan Pemerintah yang kini terus berupaya memutuskan rantai penyebaran Virus Covid-19.

Tetapi berbeda di Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dimanfaatkan anak-anak muda sekitar untuk melakukan tindakan kejahatan. Anak-anak tersebut berupa melakukan penyerangan atau begal kepada pengendara mobil dan sepeda motor.

Sepanjang jalan Nasional Trans Timor tepatnya di Desa Leuntolu harus berhati hati jika berpergian di malam hari. sepanjang jalan itu sering terjadi insiden berupa penyerangan atau begal yang di lakukan oleh beberapa orang anak muda.

Hal itu diakui oleh Kepala Desa Leuntolu Patrisius Luan kepada media ini, Senin 20 April 2020 malam.

Dikatakan Patrisius Luan, Tahun ini sudah tiga kali terjadi aksi pembegalan. Sementara yang melakukan aksi pembegalan diakui Patrisius Luan adalah anak-anak Desa Rafae.

“Kebetulan anak-anak yang lempar itu, penduduk Desa Rafae, kerena dekat dengan kita punya wilayah maka mereka datang di sekitar situ, anak-anak dari Rafae yang datang ke sini,” jelas Luan melalui sambungan telepon.

Menurut Luan, Wilayah tersebut memang rawan, kejadian tahun ini sudah tiga kali tetapi tidak diketahui anak atau pelaku yang lakukan aksi begal itu.

Diberitakan sebelumnya, adanya insiden begal pada Minggu 19 April 2020 malam, sehingga Patrisius Luan esok harinya langsung turun ke lokasi guna mengecek kejadian tersebut kepada RT dan RW setempat.

Insiden pada Minggu, 19 April 2020, pelaku sudah diketahui namun sampai saat ini pelaku lari menyembunyikan diri. Mereka para begal rata-rata beraksi pada malam hari di jalan yang lampu penerangannya tidak maksimal.

Kalian sebagai Driver atau penumpang harus mewaspadai kondisi di wilayah tersebut sebab kejahatan seperti perampokan, hingga penyerangan hingga penusukan dapat terjadi tanpa bisa diduga waktunya. Seperti di alami seorang Driver yang datang dari Kupang ke Atambua. (Pito)

Komentar Anda?

Tags : # #

Bagikan Halaman ini