Home / Dunia / Bantu Pembangunan Gereja Imulolong, Masyarakat : Terima Kasih Ahmad Yohan

Bantu Pembangunan Gereja Imulolong, Masyarakat : Terima Kasih Ahmad Yohan

423 Kali dibaca
IMG_0320

Bagikan Halaman ini

Lewoleba, penanusantara.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Yohan memberikan bantuan sebanyak seratus sak semen untuk kelanjutan pembangunan Gereja Katolik Stasi Santu Joseph Pekerja Imulolong, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Gereja tersebut berada di wilayah Paroki Santu Joseph Boto, Dekanat Lembata, Keuskupan Larantuka, NTT.

“Minggu (11/3) kemarin, usai Ibadat saya serahkan DO (nota pembelian) seratus sak semen dari anggota DPR, Pak Ahmad Yohan. Bantuan diterima langsung Pak Yohanes Kari Gawen selaku Ketua Dewan Stasi. Nanti mereka bawa DO ini untuk ambil sendiri di toko di Lewoleba,” kata John Galot Tifaona dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Selasa (12/3).

Selain Kari Gawen, prosesi penyerahan disaksikan langsung para pengurus stasi, tokoh masyarakat, Bernardus Kae Gokok dan Aloysius Daton Tifaona serta umat stasi Imulolong. “Usai Ibadah saya serahkan bantuan di dalam Gereja karena saat itu hujan deras,” lanjut John Tifaona.

Ketua Dewan Stasi Yohanes Kari Gawen atas nama umat stasi menyampaikan apresiasi kepada anggota DPR Ahmad Yohan atas perhatiannya memberi bantuan berupa semen. Pihaknya dan umat berharap suatu waktu wakil rakyat ini berkenan menyambangi stasi Imulolong.

IMG_20180313_131529“Atas nama umat stasi, saya menyampaikan terima kasih dan rasa hormat kepada anggota DPR RI Bapak Ahmad Yohan karena sudah membantu semen untuk stasi Imulolong. Kami juga berharap saat reses beliau ke Imulolong untuk melihat langsung perkembangan pembangunan gereja ini,” kata Kari Gawen.

Ia menjelaskan, Gereja Stasi Imulolong adalah gereja tua yang sudah digunakan umat stasi puluhan tahun. Stasi ini meliputi tiga lingkungan yang terdiri dari sembilan kelompok basis grejani (KBG). Saat ini jumlah umat stasi sebanyak 415 jiwa. Mayoritas umat hidup dari bertani dan tukang.

Seiring berjalannya waktu, fisik gereja ini nyaris rusak baik lantai, tembok, atap maupun seng. Tiang dan kusen sudah dimakan rayap dan berpotensi membahayakan saat Misa atau ibadat berlangsung.

Sesepuh masyarakat, Aloys Tifaona mengatakan, gereja stasi ini mulai dibangun pondasinya tahun 2009. Umat stasi berusaha membangun perlahan-lahan tetapi belum juga rampung. Hal ini bisa dipahami karena hampir seluruh umat berprofesi sebagai petani dan tukang dengan penghasilan pas-pasan.

“Selama hampir delapan tahun lebih bersama panitia kami bekerja secara swadaya dan bantuan para donatur untuk merampungkan fisik gereja. Kami sedang berusaha mencari pihak-pihak lain agar membantu biaya untuk bisa beli bangku, keramik, lantai, daun pintu, jendela,” Daton Tifaona.

Sesepuh lainnya, Bernard Gokok mengapresiasi semangat hidup menggereja umat stasi meski banyak berpenghasilan pas-pasan. Hal ini bisa dimaklumi karena sebagian umat juga mesti konsetrasi membiayai anak-anak mereka di bangku sekolah dan kuliah guna menyiapkan masa depannya.

“Banyak di antara kami umat stasi fokus sekolahkan anak-anak mereka. Namun, partisipasi mereka sangat tinggi untuk merampungkan pembangunan fisik gereja. Bantuan-bantuan pihak lain tentu menjadi harapan kami sebagai umat,” kata Bernard Gokok.

Ahmad Yohan merupakan satu anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur 1 yang dilantik dalam Rapat Paripurna ke-17 DPR di Gedung Nusantara II, Sanayan Jakarta, Senin, 12/2 2018. Dapil NTT 1 meliputi Pulau Flores, Solor, Adonara, Lembata, dan Alor. Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) kelahiran Ende, 26 Agustus 1975 ini dilantik menggantikan posisi koleganya, Syahrulan Pua Sawa. Dalam Rapat Paripurna tersebut, turut dilantik pula Julianus Pote Leba, politisi Partai Golkar yang menggantikan koleganya, Charles Jones Mesang, dari Dapil NTT 2.

Di lingkup Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional, anggota DPR Ahmad Yohan akrab disapa Bang Yohan. Politisi muda PAN ini juga didapuk sebagai Ketua Barisan Muda PAN masa tugas 2016-2021.

Wiraswastawan muda ini juga pemilik Camila Craft Yogyakarta, usaha di bidang kerajinan. Periode 2009-2014, ia tercatat sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR-RI. Ia menjabat Wakil Kepala Sekolah dan Wali Amanat dari Sekolah Politik Kerakyatan Kibar, milik PAN, periode 2009-2015.

Ahmad Yohan menyelesaikan studinya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Ende tahun 1994. Ia melanjutkan studi S-1 Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, tahun 2000. Studi Magister Ilmu Administrasi (S-2) diraih di Universitas Muhammadiyah, Jakarta pada 2005. (*/RN/PN)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini