Home / Daerah / Berpergian ke Atambua, Hati-hati Lewat Jalan Nasional Trans Timor, Desa Leuntolu Sering Di Begal

Berpergian ke Atambua, Hati-hati Lewat Jalan Nasional Trans Timor, Desa Leuntolu Sering Di Begal

3894 Kali dibaca
Ilustrasi
Ilustrasi

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Atambua merupakan ibukota Kabupaten Belu di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Jika ingin berpergian ke Atambua anda akan menempuh perjalanan dengan beberapa akses transportasi baik itu darat, udara dan laut.

Jika menggunakan transportasi darat mobil atau sepeda motor anda akan melewati Simpang tiga Nurobo perbatasan Malaka dan Kabupaten Belu lewat Jalan Nasional Trans Timor, Pasar Jagung, Leuntolu, Lurasik Bundaran Halululik, Tugu Batas Kota Atambua sampai dalam Kota Atambua.

Sementara anda tiba di Jalan Nasional Trans Timor tepatnya di Desa , Leuntolu anda harus berhati hati jika berpergian di malam hari. sepanjang jalan itu sering terjadi insiden berupa penyerangan atau begal yang di lakukan oleh beberapa orang anak muda.

Mereka para begal rata-rata beraksi pada malam hari di jalan yang lampu penerangannya tidak maksimal. Kalian sebagai Driver atau penumpang harus mewaspadai kondisi di wilayah tersebut sebab kejahatan seperti perampokan, hingga penyerangan hingga penusukan dapat terjadi tanpa bisa diduga waktunya. Seperti di alami seorang Driver yang datang dari Kupang ke Atambua.

“Kami sampai sekitar jam 11 malam, sepanjang jalan Nasional Trans Timor itu tepatnya di Desa Leuntolu, ada anak-anak muda yang ingin menahan mobil tapi karena takut jadi saya gas mobil untuk menghindar dari mereka tetapi mereka tetap lempar mobil gunakan batu sampai mobil lecet,” kata Rehan salah satu korban pembegalan pada, Minggu, 19 April 2020 malam.

Sementara hal tersebut di akui beberapa masyarakat setempat, mereka menyebut bahwa sering terjadi begal yang dilakukan oleh anak-anak setempat.

“Memang benar, sering terjadi, mereka tahan mobil kalau mobil tidak berhenti mereka sering lempar hancurkan mobil, ” ujar mereka yang tidak ingin namanya di sebut.

Kepala Desa Leuntolu Patrisius Luan ketika dikonfirmasi media ini, Senin, 20 April 2020 malam mengatakan bahwa di wilayah tersebut sudah sering terjadi pembegalan yang dilakukan oleh anak-anak.

“Ini sudah tiga kali, orang dari Kupang juga yang lapor terakhir dan saya sudah lapor ke Polisi Polsek Raimanuk,” ujarnya.

Dirinya mengakaui bahwa wilayahnya merupakan tempat yang rawan. kejadian sudah tiga kali tetapi tidak pernah diketahui siapa pelakunya.

“Kita tidak pernah tau, anaknya siapa,” jelas Luan melalui sambungan telepon.

Sementara kejadian pada, Minggu 22 April 2020, Luan mengaku bahwa sudah mendapat informasi dan benar adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah mengetahui pelaku yang merupakan penduduk setempat. (Pito)

Komentar Anda?

Tags : # #

Bagikan Halaman ini