Home / Daerah / Bupati Manggarai Beberkan Hasil Rakornas Dana Desa 2018 Kepada ASN

Bupati Manggarai Beberkan Hasil Rakornas Dana Desa 2018 Kepada ASN

49 Kali dibaca
IMG-20180515-WA0024

Bagikan Halaman ini

Ruteng, penanusantara.com – Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH, MH, membeberkan hasil Rapat Koordinasi Percepatan Penyaluran Dana Desa (DD) tahun 2018. Kegiatan yang diselenggarakan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan Rabu,9 Mei 2018.

Rakor dibuka secara resmi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transimgrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, dan diikuti menghadirkan seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia.

Dalam memimpin Apel mingguan di halaman Kantor Bupati Manggarai, Senin, 14 Mei 2018 kemarin. Bupati Deno berkisah bahwa Rakor digelar dalam rangka membahas empat poin penting berkaitan dengan percepatan penyaluran Dana Desa.

Poin-poin yang dibahas yakni percepatan penyaluran Dana Desa Tahap I bagi Kabupaten/kota yang belum menyalurkan dari rekening daerah ke rekening desa, evaluasi dan identifikasi hambatan-hambatan dalam penyaluran Dana Desa, persiapan penyaluran Dana Desa Tahap II dan III, dan sosialisasi kebijakan Padat Karya Tunai Desa untuk menggerakkan ekonomi desa dan daerah.

“Dari dua belas triliun untuk tahap satu, sampai Mei ini, secara Nasional baru disalurkan 3 persen ke rekening desa. Rakor itu digelar untuk mengingatkan hal tersebut kepada setiap pemerintah daerah,” jelas Bupati Manggarai.

Ia menyampaikan, untuk NTT dari seluruh desa, baru sekitar 30 persen yang ditransfer sampai pelaksanaan Rakor tersebut. “Manggarai sendiri sampai Rabu itu baru sekitar 60 sampai 70 persen. Tetapi sampai Sabtu kemarin (12 Mei, red) sudah 100 persen,” papar Bupati Manggarai. Laporan realisasi yang sama juga telah disampaikannya pada pelaksanaan kegiatan Rakor Percepatan Penyaluran Dana Desa tersebut.

Menurutnya, kendala keterlambatan penyaluran dana desa ke rekening desa tersebut terjadi karena masih banyak pemerintah daerah tidak menjadikan hal tersebut prioritas.

“Padahal secara nasional, dana desa itu prioritas. Selain karena berasal dari dana pinjaman, juga karena ujung dari penyaluran dana desa tepat waktu adalah peningkatan ekonomi masyarakat desa,” jelas Bupati Deno Kamelus.

Bupati Manggarai meminta semua pihak untuk membiasakan diri membuat daftar periksa atau check list.

“Untuk mencapai suatu output, pastikan setiap instansi dan ASN membuat check list di bagian awal. Check list itu berisi kebutuhan-kebutuhan untuk suatu output. Dengan demikian, mekanisme kontrol dapat dilakukan dengan baik.
Dengan memiliki daftar periksa, kinerja akan maksimal karena pekerjaan akan dapat diselesaikan dengan fokus, terukur dan tuntas,” tegas Kamelus dalam Apel itu.

Ia berharap  ASN  membiasakan diri membuat check list.

“Nanti kita akan tahu siapa pemegang peran di masing-masing kebutuhan,” papar Bupati di hadapan 800-an ASN yang mengikuti Apel mingguan tersebut.

Tentang pengawasan penggunaan dana desa, Bupati meminta agar segera disiapkan draf MOU lintas lembaga.

“Sudah ada MOU di tingkat pusat antara pihak Kepolisian, Kejaksaan, Kemendes PDTT, dan Kemendagri serta beberapa pihak terkait. Di Kabupaten, drafnya harus segera disiapkan,” tegasnya.

Sebelum memulai amanatnya, Bupati Manggarai mengajak seluruh peserta Apel mingguan untuk mengheningkan cipta, mendoakan jiwa para korban serangan teroris di Jakarta dan Surabaya beberapa hari terakhir.

“Kita berdoa semoga jiwa-jiwa mereka beristirahat dalam damai. Kita juga berdoa agar bangsa ini segera keluar dari krisis,” ajak Ketua DPD PAN Manggarai tersebut

Kons Hona, Pito Atu.

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini