Home / Daerah / Delapan Kepala Suku Di Kedaluan Kepo Bersama Frans Sarong

Delapan Kepala Suku Di Kedaluan Kepo Bersama Frans Sarong

289 Kali dibaca
IMG-20180209-WA0053

Bagikan Halaman ini

Borong, penanusantara.com – Dalu Kepo dan perwakilan delapan kepala suku yang ada di dalam wialayah Kedaluan, hari ini, jum’at 08 Februari 2018 mengundang Frans Sarong untuk menggelar ritual Wu’at Wa’i di rumah gendang Kepo-Kampung Mok, Kota Komba.

Ritual adat ini, dengan tujuan untuk mengutus Frans Sarong atau dalam bahasa setempat Deri Agu Do’ok (mendukung total secara adat)  untuk maju sebagai calon Bupati Manggarai Timur periode 2018-2023.

Ritual ini dipimpin langsung oleh, Dalu Badik, yang sudah sejak 1917 menjadi Dalu Kepo, menjadi Dalu sejak  umur 17 tahun. Dalu Badik atau bernama lengkap Yohanes David Badik merupakan Dalu yang masih hidup hingga kini di Manggarai Raya. Ia menyerahkan sepenuhnya menyerahkan proses ritual adat terhadap Frans Sarong kepada anaknya, Vinsen Nggaduk.

Sebelum menggelar ritual adat atau Wu’at Wa’i Vinsen menyampaikan beberapa alasan dirinya dan keluarga besar nyatakan sikap untuk mendukung Frans Sarong.

“Ada beberapa alasan Kami mengundang Pak Frans untuk melaksanakan ritual tapa manuk di rumah gendang kedaluan Kepo, selain karena pak Frans yang sudah sejak lama menuliskan tentang Mbaru Mbo, rumah adat tua milik Kedaluan Kepo, juga karena sebagai tokoh dibalik peristiwa masuknya listrik ke daerah Kami,” jelas Vinsen.

Soal listrik, menurut Vinsen, sebenarnya sejak dulu listrik belum masuk ke wilayah Mok dan sekitarnya, tiga tahun lamanya arus tidak masuk karena ada masalah serius soal teknis.

“Waktu itu Pak Frans yang kontak ke Jakarta, Kupang dan Ruteng. Tiga kali usaha dan akhirnya listrik menyala sampai sekarang”, tutur Vinsen (09/02/18).

Selain yang sudah disebutkan diatas, Vinsen juga menyebut hal lain yakni Kakak dari Frans Sarong atas nama Niko Hanus salah satu pelopor masuknya cengkeh hingga menjadi komoditi andalan saat ini puluhan tahun lalu.

“Marselis dan Stef Jaghur keluarga sangat dekat, tapi bukan itu tolak ukur kami. Saya sudah sepakat dengan Bapak yang adalah Dalu yang masih hidup hingga kini, pilihan kami jatuh ke Frans Sarong dan mesti di undang untuk ritual adat dirumah gendang Kepo,” lanjut Vinsen.

Ritual ini juga disaksikan dan dihadiri oleh delapan utusan kepala suku yang merupakan suku-suku yang ada dalam wilayah kedaluan Kepo yakni; Kepo, Sape, Pinggang, Wu’ut, Waru, Pata, Teong dan Nanga.

Sebagai penutup perwakilan para utusan kepala suku ini juga memberikan selendang sebagai symbol dukungan moril terhadap perjuangan Frans Sarong.

Ronis Natom, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini