Home / Daerah / Dengar Keluhan Warga, Ahmad Yohan Langsung Sidak ke Dolog Flotim

Dengar Keluhan Warga, Ahmad Yohan Langsung Sidak ke Dolog Flotim

288 Kali dibaca
IMG_20180227_152927

Bagikan Halaman ini

Larantuka, penanusantara.com – Anggota Komisi IV DPR Ahmad Yohan saat menggelar Reses di daratan solor dan Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohan mendapat banyak pengeluhan dari masyarakat, salah satunya beras rastra yang didistribusi kepada masyarakat banyak yang rusak.

Menanggapi banyaknya pengeluhan masyarakat, Yohan tidak tinggal diam, Yohan pun menyidak gedung penyimpanan beras Dolog kabupaten Flores Timur, Senin (26/02/2018), untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kualitas beras subsidi (rastra).

Menurut keluhan warga pada Yohan saat penyerapan aspirasi di masa reses, beras rastra yang didistribusi pada mereka, lebih banyak yang rusak dan berulat.

“Beras rastra yang kami dapat tak layak dimakan. Banyak yang rusak, berkutu dan berulat. Bayangkan pak, kalau kami dapat 10 kg, maka setelah diayak, hanya 2 kg yang layak konsumsi, sisanya untuk lebih layak untuk makanan ternak,” kata salah seorang ibu di desa Lamahelang Kecamatan Ileboleng-Flotim, NTT.

Saat melakukan sidak ke gedung Dolog Flotim (27/2), Ahmad Yohan juga meminta agar Dolog juga sekali-kali observasi ke lapangan.

Membandingkan sampel beras di gudang Dolog dengan yang diterima masyarakat kurang mampu.

“Kalau ada beras yang diterima masyarakat buruk dan tak sesuai dengan kualitas beras di gudang Dolog, maka kemungkinan ada distributor nakal yang bermain-main dengan kualitas beras rastra. Patut ditengarai, ada rantai distribusi beras rastra yang bermasalah, dan Dolog harus tahu masalah ini,” tegasnya.

Sementara kepala gudang Dolog Flotim Karel, yang ditemui saat sidak, mengatakan, sejauh ini beras yang didistribusi ke masyarakat kualitasnya baik.

“Sejauh yang kami tahu, kualitas beras Dolog ini kualitasnya sudah sangat baik. Kadar air, rasio P/L dan penampakan (grain appearance),” tegas Karel.

Menurutnya, saat ini masyarakat belum bisa membedakan mana beras premium dan medium. Bahkan sejauh ini beras yang didistribusi kualitasnya baik.

“Jika kualitasnya buruk kami tarik kembali dan menggantikannya dengan kualitas yang lebih baik aturan mainnya sudah begitu. Dolog Flotim ini tak bergerak di pengadaan. Kami Cuma konsumen. Berbeda dengan Dolog di tempat lain yang melakukan pengadaan,” katanya.

Sementara itu, hal yang sama diungkapkan anggota DPRD, Rofinus, yang ikut dalam rombongan sidak, mengatakan bahwa wakil bupati Flores Timur juga pernah melakukan sidak ke Dolog Flotim karena keluhan warga, dan yang ditemukan adalah banyak beras tak layak yang didistribusikan ke masyarakat. Oleh sebab itu, wakil bupati meminta agar Dolog Flotim segera menggantikannya dengan kualitas beras yang lebih baik.

“Yang saya tahu, beras rastra itu sudah baik kualitasnya setelah disidak wakil bupati Flotim. Namun kalau sekarang kualitas beras rastra yang terdistribusi kembali buruk kualitasnya, maka kemungkinan ada permainan di lapangan saat distribusi. Oleh sebab itu perlu pengawasan yang super ketat,” katanya. (*/rok)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini