Home / Daerah / Desa Hadakewa Lembata Bangun “Sorga” dan Produksi Ikan Teri Pakai Dana Desa

Desa Hadakewa Lembata Bangun “Sorga” dan Produksi Ikan Teri Pakai Dana Desa

314 Kali dibaca
inbound554307479944700242

Bagikan Halaman ini

Kota Kupang, penanusantara.com – Mungkin belum banyak yang tahu bahwa ada sebuah Desa di NTT yang saat ini telah membangun “Sorga” alias Sarana Olahraga menggunakan Dana Desa. Desa tersebut adalah Desa Hadakewa di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT.

Selain membangun sarana olahraga, Desa Hadakewa juga telah memiliki taman baca di pinggir pantai. Mereka juga telah melakukan produksi Ikan Teri dalam kemasan, dan saat ini Desa Hadakewa juga telah mempunyai usaha ternak babi yang berkembang pesat.

Prestasi ini, mengundang decak kagum dari berbagai kalangan. Kepala Desa Hadakewa, Klemens Kwaman pun terpilih dan diundang mewakili Kepala Desa di seluruh Indonesia untuk studi banding di India baru-baru ini.

“Desa Hadakewa sudah memiliki Sorga atau sarana olahraga yang cukup lengkap untuk semua cabang olahraga seperti futsal, batminton dan voley. Kemudian, mereka juga sudah membangun gedung untuk bengkel kerja sekaligus taman baca,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk seperti yang dilansir Nusatamedia.com.

Kepala Dinas PMD Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk. (Foto: Ist)

Kepala Dinas PMD Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk. (Foto: Ist)

Selain Desa Hadakewa, Desa Lolong dan Desa Alap Atadei di Kabupaten Lembata juga memiliki potensi produksi garam yang sangat baik. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para Kepala Desa, agar melalui intervensi Dana Desa, Desa tersebut bisa berkembang maju.

“Khusus untuk Desa Lolong, disana telah diproduksi garam dengan luas lahan 1/2 hektar. Dalam satu minggu, Desa tersebut bisa panen delapan ton. Jadi dalam satu minggu mereka bisa menghasilkan uang Rp 16 Juta dari hasil produksi garam,” jelasnya.

Mantan penjabat Bupati Lembata ini telah meminta Kepala Desa untuk melakukan ekspansi atau penambahan luas lahan garam menggunakan Dana Desa.

“Khusus untuk Desa Lolong, disana telah diproduksi garam dengan luas lahan 1/2 hektar. Dalam satu minggu, Desa tersebut bisa panen delapan ton. Jadi dalam satu minggu mereka bisa menghasilkan uang Rp 16 Juta dari hasil produksi garam,” jelasnya.

Mantan penjabat Bupati Lembata ini telah meminta Kepala Desa untuk melakukan ekspansi atau penambahan luas lahan garam menggunakan Dana Desa.

Diharapkan, perluasan lahan bisa meningkatkan jumlah produksi garam yang akhirnya berdampak langsung terhadap peningkatan PADes.

“Kalau Desa Alap Atadei lebih lengkap. Disana mereka punya lahan yang lebih besar untuk memproduksi garam. Potensi ini yang harus dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, pria yang akrab disapa Pieter Manuk ini terus mendorong semua Kepala Desa di NTT untuk bekerja lebih keras membangun di Desa agar NTT lebih cepat sejahtera dan keluar dari garis kemiskinan.
(NM/pito)

(Foto: Ist)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini