Di SMA Katolik Giovani Awang Sering Dipanggil “Amis” Oleh Gurunya

  • Whatsapp
Guru Awang di SMA Katolik Giovani Kupang, Emannuel Mane Riberu (77)
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Lelaki Kelahiran Namosain, Kota Kupang, Awang Notoprawiro mengalami perjalanan karir yang cukup panjang sebelum menjadi pengusaha sukses seperti saat ini.

Dengan keterbatasan Ekonomi keluarga yang tidak cukup. Terlahir dalam keluarga nelayan, Awang tumbuh bersama sembilan kakak beradiknya dalam kesederhanaan. Kesulitan sang ayah sebagai seorang nelayan dalam menghidupi keluarga, membuat Awang kecil harus rela hidup dengan salah seorang kerabat ayahnya sebagai seorang anak angkat.

Read More

banner 300250

Awang yang saat itu duduk di bangku SMA Katolik Giovani Kupang harus menerima nasib karena sering dipanggil Asin oleh sang gurunya, Emannuel Mane Riberu (77).

Dikisahkan Emannuel Riberu, Awang dengan kondisi ekonomi kurang mampu dalam lingkungan keluarga, membuat Awang yang dirinya kenal saat itu harus mengurus ikan di laut sebelum melakukan aktifitas belajar mengajar dalam kelas, hal itu yang membuat dirinya selalu memanggil awang dengan sebutan Amis.

Waktu itu, Melekat pada tubuh awang sirik ikan setiap kali ke sekolah, sehingga membuat bauh tubuh Awang menjadi Amis, keterbatasan air dan sabun pada tahun 1986 sehingga tidak lagi harus mandi membersihkan tubuh yang bauh amis.

Awang saat berada diatas kapal dan sedang melepaskan ikan yang terjaring pukat
Awang saat berada diatas kapal dan sedang melepaskan ikan yang terjaring pukat

“Dia (Awang) sering datang ke sekolah dengan melekatnya sirik Ikan, sehingga bauh amis, saya sering memanggil Awang itu Amis, kalau saya panggil Amis pasti teman-temannya tertawa, saat itu air susah dan tidak mengenal adanya sabun jadi Awang usai melepas pukat, mengurus kapal hingga menjual ikan selesai baru bisa datang ke sekolah tanpa mandi,” cerita Riberu di kediamannya beberapa waktu lalu.

Lanjut Riberu, Dengan memanggil Awang dengan sebutan Amis bukan berarti dirinya menghina Awang, melainkan dirinya kagum dengan sosok Awang yang saat itu tidak mengenal rasa malu.

Pengalamannya masa kecil dan remajanya itu membuat sosok yang satu ini tumbuh menjadi personal yang dinamis dan menempanya sebagai pribadi yang kokoh dan tangguh.

Awang pantang menyerah. Ia terus bertekad untuk menggapai cita-citanya yakni ingin merubah nasib untuk menjadi sukses. Perjuangan dan kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Kemauan yang kuat, jujur serta tekun dalam bekerja, itulah modalnya dalam meraih kesuksesan.

Pito Atu

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *