Ditanya UU Pilkada, Ketua Banwaslu NTT Wajah Pucat

  • Whatsapp
Ketua Badan pengawas pemilu (Banwaslu) NTT Nelce R.P Ringu begitu pucat saat dilontarkan pertanyaan dari para kuasa hukum paket FirmanMu
banner 468x60

Kota Kupang, Penanusantara.com- Saat ditanyai soal Undang-undang (UU) Pemilihan Kepala daerah yang digunakan untuk tetap mengakomodir pasangan calon walikota dan wakil walikota  (Jonas Salean dan Nikolaus Fransiskus), tampak wajah ketua Badan pengawas pemilu (Banwaslu) NTT Nelce R.P Ringu begitu pucat.

Pantaun media ini saat dialog antara para kuasa hukum Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man (FirmanMu) dan Ketua Banwaslu NTT bersama salah satu anggotanya Jemris D. Fointuna, S.Pi, sabtu (12/11), Nelce tidak mampu menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan para kuasa hukum FirmanMu.

Read More

banner 300250

Wajah pucat Nelce pun terlihat saat ditanyai oleh salah satu kuasa hukum paket FirmanMu Nikolaus Ke Lomi, SH tentang dasar hukum yang digunakan dirinya untuk memutuskan paket Sahabat agar tetap mengikuti perhelatan pilkada tahun 2017 yang akan datang dengan membatalkan keputusan panwaslu kota kupang dan melakukan pemberhentian sementara ketua dan anggota Panwaslu kota kupang.

“Persoalan ini baru terjadi di indonesia dimana Banwaslu NTT menghentikan Panwaslu. Pembatalan keputusan Panwaslu, dan Apa dasar hukum yang digunakan Banwaslu untuk membatalkan keputusan Panwaslu. Ini bentuk premanisme administrasi yang dilakukan Banwaslu NTT,” kata Niko.

Sementara itu, Setefanus Matutina yang merupakan salah satu kuasa hukum paket FirmanMu, menilai pihak Banwaslu tidak mengerti aturan, karena mestinya  keputusan Panwaslu wajib hukumnya dieksekusi oleh KPU.  Oleh karena itu Banwaslu NTT tidak mencabut surat 264, pihaknya akan mempidanakan Banwaslu NTT terkait penyalahgunaan kewenangan.

“Bagaimana sebuah keputusan dianulir dengan sebuah surat. Ini namanya main hakim sendiri. Seharusnya pihak yang merasa dirugikan ajukan ke PTUN  Surabaya dan dalam waktu dua minggu akan diputuskan, bukan dengan mengeluarkan surat untuk membatalkan putusan Panwaslu,” tegas Matutina.

Ditempat yang sama, Nelce Ringu mengatakan, hinga saat ini integritas Banwaslu NTT masih dipertaruhkan. Oleh karena itu, dia meminta tidak ada pemikiran yang menuding pihak Banwaslu diintervensi pihak lain.

“Kami tidak punya kepentingan sama sekali dalam Pilkada ini. Integritas kami masih dijaga hingga saat ini,” ujar Nelce.

Nelce pun mejelaskan bahwa, Keputusan Banawslu NTT sudah sesuai dengan perintah dari Hirarki Banawslu, yakni Banwaslu RI, oleh karena itu, Nelce meminta agar apabila tidak puas dengan keputusan Banwaslu NTT maka, silahkan menempuh langkag hukum dan silahkan menanyakan lagsung ke Banwaslu RI.

Menanggapi soal permintaan kuasa hukum paket FirmanMu untuk mencabut surat Banawslu NTT kepada KPU kota kupang, dikatakan Nelce, Pihaknya tidak bisa mencabut surat itu, karena surat itu bersifat finish dan mengikat.

Menurut Nelce, Pemikiran dirinya tidak sama dengan pemikiran para kuasa hukum paket FirmanMu

“Keputusan ini pemikiran kami, tidak sama dengan pemikiran kalian,” jelas Nelce.

Usai menanggapi pertanyaan para kuasa hukum paket FirmanMu, Nelce lagsung melarikan diri sambil diamankan pihak kepolisian. (Pito)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *