Eksistensi Fosmab di Tengah Pandemi Covid 19

  • Whatsapp
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Forum Solidaritas Mahasiwa Belu atau FOSMAB Kupang Mengelar Diskusi Terbuka Secara Virtual Melalui Bidang Organisasi pada Pada, Hari Senin 29 Maret 2021 kemarin.

Anggelina I. N Buting Selaku Ketua Bidang Keorganisasian mengatakan, Bahwa di tengah pandemi, Organisasi harus Terus dibenahi sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan, sehingga dalam program kerja dari masing2 bidang terus dilaksanakan, dan dalam kesempatan itu pula Anggelina Menjadi Moderator untuk mengatur jalannya diskusi.

inbound3646747009390085499

Rudy Benany Selaku Ketua Umum di awal Opening Speack mengungkapkan, bahwa Eksistensi Fosmab merupakan tanggung jawab moril sehingga proses regenerasi dari tahun 1986 sampai 2021 Fosmab Terus Eksis, dari histori dalam kepemimpinan.

“Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini kita perlu Berpikir Besar dan Bertindak Besar. oleh karena itu dalam Kondisi pandemi melalui Bidang Keorganisasian Kita bisa Sharing bersama dan saling memberikan sumbangsi ide dan gagasan baru bagi kami Adik-adik FOSMAB Kupang,” ungkap Ketua Umum.

Diskusi Virtual Melalui Zoom Meeting, Fosmab Kupang Menghadirkan dua Narasumber yakni Dr. Anton Bele, M.Si (Dosen Tamu Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga) dalam pemaparan Materi ia mengatakan Bahwa FOSMAB harus selalu Eksis artinya ada, berada dan selalu mengadakan dan melaksanakan kegiatan yg bermanfaat ditengah situasi Pandemi Covid 19 ini.

Lanjut Bele Dengan Teori ‘Kwadran Bele’ yang merumuskan pribadi manusia dimana terdapat empat unsur N yakni (Nafsu, Nalar, Naluri dan Nurani), Kita harus menjaga dan menerapkan 4 unsur N ini secara Seimbang.

“Makna dari Tema diskusi ini, Anggota FOSMAB paham, sadar dan atur diri ditengah kondisi covid 19 sehingga tetap eksis dan bermakna untuk kehidupan diri, organisasi, dan sesama dalam naungan Yang MAHA ADA,” tutup Mantan Anggota DPRD NTT ini.

Hal Senada juga disampaikan Frederikus Royanto Bau, SE, selaku Alumni dan kini sebagai Ketua KPID NTT, mengatakan bahwa Dalam Organisasi FOSMAB supaya eksis harus ada partisipasi keterlibatan mental atau pikiran, emosi dan perasaan yg mendorong untuk berkontribusi demi mencapai tujuan yang baik dalam wadah FOSMAB.

“Menjadi seorang kader FOSMAB dan Masa depan Rai Belu harus Proaktif, Kreatif, Inisiatif, Totalitas, Tanggung jawab meski tahu sulit dan saling menghargai satu sama lain dalam menjalankan organisasi ini,” ucap Mantan Wartawan ini

Hadir dalam dalam diskusi tersebut kurang lebih empat puluhan orang baik itu senior dan alumni.

Dalam diskusi itu juga senior alumni mengapresiasi kepada Badan Pengurus (BPH) FOSMAB Kupang yang telah menyelenggarakan diskusi secara virtual dengan rasa Bangga. (tim)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *