Home / Pendidikan / Faperta Undana Gelar Lokakarya Soal Tanaman Pisang

Faperta Undana Gelar Lokakarya Soal Tanaman Pisang

114 Kali dibaca
IMG-20171213-WA0129

Bagikan Halaman ini

Kota Kupang, penanusantara.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengelar Lokakarya, pada Selasa (12/12/17) di aula Rektorat lantai 3.

Kegiatan yang Bertema “Pertukaran Data, Informasi dan Pengetahuan Mengenai Keanekaragaman Hayati dan Ketahanan Hayati Tanaman Pisang” dihadiri sebanyak 40 orang peserta yang diikuti oleh para Petani, Pemerintah (karantina tumbuhan dan Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten Kupang), para mahasiswa faperta serta narasumber dari Akademisi Faperta Undana.

Wayan Nampa, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan dan saling bertukar informasi mengenai keanekaragaman jenis dan kultivar tanaman pisang.

Lanjut Nampa dalam sambutannya, mengatakan semua harus saling menukar informasi mengenai hama dan penyakit yang mengancam ketahanan hayati tanaman pisang serta mengembangkan partisipasi masyarakat untuk mendukung kebijakan dan program pemerintah dan LSM dalam pengembangan tanaman pisang.

“Kita belum banyak memanfaatkan media sosial dengan baik sehingga sampai saat ini kita belum bisa membangun pemahaman bersama dari semua pihak baik itu perguruan tinggi, pemerintah maupun para petani,” ungkap Nampa

“Saya berharap bahwa dengan hadirnya bapak dan ibu sekalian, kita dapat temukan Plaform atau mencari bentuk mensosialisasikan informasi baik itu hama maupun penyakit pada tanaman pisang,” harap Nampa dalam sambutannya.

Sementara itu, I Wayan Mudita, Pembantu Rektor Empat (PR 4) yang hadir pada saat itu untuk membuka kegiatan Lokakarya mengatakan bahwa dari Pimpinan Universitas sangat mendukung dengan kegiatan ini.

“Saya berharap semua yang sudah direncanakan dalam kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, kemudian dapat menemukan tentang beberapa tanaman pisang yang ada di NTT,” ujarnya

“Kemudian mendapatkan informasi mengenai hama dan penyakit pada tanaman pisang serta bagaimana kita menemukan media sosial apa yang akan kita gunakan untuk bertukar informasi mengenai tanaman pisang,” tambah Wayan.

Nando Nahak, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini