Gelar Diskusi, Kawan Awang Terima Banyak Penguluhan Masyarakat Desa Noin Bila

  • Whatsapp
Kawan Awang saat diskusi bersama masyarakat Desa Noin Bila, TTS
banner 468x60

Soe, penanusantara.com-  Selain agenda Bakti Sosial (Baksos) yang akan diselenggarakan Besok, Sabtu 10 Juni 2017 bersama masyarakat, Komunitas Kawan Awang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Diskusi bersama Aparat Desa dan Masyarakat Noin Bila, kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Selama diskusi pada jumat (09/06/2017) malam, Kawan Awang banyak terima banyak pengeluhan oleh masyarakat.

Read More

banner 300250

Disampaikan Kepala Desa Noin Bila, Martenci Ufi Laosana, Masyarakat Desa Noin Bila masih kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) mengenai pendidikan anak-anak yang mana kurangnya kesadaran orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya.

“Kami di desa masih kurang SDM mengenai pendidikan, yang mana kurangnya perhatian orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya dikarenakan factor ekonomi keluarga yang tidak mampu,” ujarnya

Selain itu juga, menurut Martenci, Selain infstruktur jalan yang sudah disampaikan pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) TTS bahwa akan dilakukan perbaikan namun ada beberapa perubahan yang mana Desa Noin Bila tidak mendapat jatah untuk perbaikan maka pihaknya melalui kepala kecamatan Mollo Selatan telah secara tegas menyampaikan pengeluhan tersebut sehingga pada tahun ini dijanjikan oleh pemerintah bahwa perbaikan jalan di desa Noin Bila akan dilaksanakan tahun ini, sehingga pihaknya berharap agar tahun ini dapat terealisasi sebagaimana yang telah disampaikan.

Hal lain yang dikatakan Ketua LPM Desa Noin Bila Zakarias Mnune, Masyarakat Desa Noin Bila sangat membutuhkan pendampingan soal pertanian.

“Kami masih sangat binggung soal pertanian khususnya kebutuhan pupuk, yang mana kami tidak tau cara pengunaan pupuk pada tanaman,” katanya

Menanggapi itu semua, Yoseph Pito Atu selaku anggota Kumunitas Kawan Awang yang dimandatakan untuk memimpin diskusi mengatakan, Mengenai kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anak perlu ditanamkan ke pikiran para orang tua sebab orang tua yang mungkin hanya kelusuan SD atau SMP tidak boleh membiarkan anaknya mengikuti jejak orang tua, melainkan harus termotifasi dengan keinginan besar anak yang ingin terus bersekolah.

“Orang tua yang cuman tamat SD atau SMP tidak boleh biarkan anak untuk tamat SD atau SMP, orang tua harus berusaha agar anak perlu melebihi orang tua, anak juga perlu tamat SMA bahkan perguruan tinggi hingga mendapat gelar serjana, soal ekonomi harus berusaha, terpenting adalah anak sekolah hingga mencapai cita-cita mereka,” ujar Pito

Lanjut Pito, mengenai infstruktur jalan yang telah dijanjikan pemerintah, perlu ada pengawasan terhadap janji-janji pemerintah sebab kadang-kadang mungkin saja ada kesengajaan oleh mereka selaku pemangku kepentingan.

Sementara itu menanggapi soal pertanian khususnya kebutuhan pupuk yang menjadi pengeluhan masyarakat, salah satu anggota komunitas kawan awang, Asrine Rambu menjelaskan bahwa kebiasaannya lebih dipermudah dengan pupuk cair dengan kebutuhan yang sangat gampang, sehingga besoknya langsung dicoba cara pembuatan pupuk organic.

Lanjut Rambu, Bekal pengalamannya saat berkuliah di Fakultas Peternakan Undana serta dengan pengalaman-pengalaman lainya bisa mempraktekan cara membuat pupuk organic.

Pito Atu

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *