Home / Daerah / Gubernur NTT Minta Bupati Sumba Barat Hentikan Pemasokan Bawang, Cabai, dan Telur dari luar Sumba

Gubernur NTT Minta Bupati Sumba Barat Hentikan Pemasokan Bawang, Cabai, dan Telur dari luar Sumba

666 Kali dibaca
inbound8188497594561016811

Bagikan Halaman ini

Waikabubak, penanusantara.com –Dalam kunjungan kerja Gubernur hari kedua di Sumba Barat, Desa Malata, Kecamatan Tanaringu, Jumat (28/02) kemarin, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole dan kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Israil Yochania Meok, serta kepala Dinas Pertanian Amos R. Dida, untuk menghentikan pemasokan Bawang, Cabai, dan Telur dari luar Sumba.

“Kepala dinas Pertanian dan kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) harus memiliki capital played, agar hal yang bisa dihasilkan sendiri atau yang bisa diproduksi sendiri secara lokal tidak lagi dipasok dari luar Sumba. Seperti Bawang, Cabai, dan Telur,” ujarnya.

Dalam penempatan anggaran, Menurut Politisi Partai NasDem ini, dinas Pertanian harus bisa mengatur dan menempatkan pada tempat yang semestinya yang berdampak pada kebutuhan masyarakat.

“Itu baru namanya pemerintah yang pintar. Tapi kalau selamanya kita masih memasok bawang, cabai, dan telur dari luar sedangkan kita punya pemerintah, punya uang, dan punya sumber daya alam yang mendukung, itu yang namanya manusia berpikir tidak menggunakan otak,” tegasnya.

“Tang sebenarnya kita tidak miskin yang miskin adalah cara kita dalam bekerja. Jadi kita tidak penah sejalan, dan saya harapkan bapak bupati dan jajaranya untuk berkolaborasi dalam menangani persoalan yang berkaitan pemasokan barang pangan dari luar seperti Bawang, Cabai, dan Telur untuk dihentikan. Jika hal tersebut tidak dapat teratasi atau tahun 2021 masih impor Bawang dari luar sumba, maka kepala dinas yang bersangkutan akan segera diberhentikan dari jabatanya,” tambah Mantan Anggota DPR RI ini.

Dilanjutkannya, Jika ada kemauan untuk maju, maka harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan jangan bekerja seperti orang malas yang tidak memiliki tujuan.

Sementara berkaitan dengan persoalan iklim ang terjadi di wilayah sumba barat gubernur NTT Viktor Mengatakan, itu adalah kehendak Tuhan dan manusia tidak bisa menolaknya.

“Untuk itu kita berpikir bagaimana jalan keluar terbaik sehingga jangan hal itu yang menjadi masalah bagi kita karena bukan di sumba barat saja yang mengalami persoalan iklim tetapi seluruh dunia mengalami itu. Untuk itu kita diberi kemampuan untuk dapat berpikir bagaimana mengatasinya,” paparnya.

Laporan : Oktavianus Saingu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini