Jefri Riwu Kore; Si Ama Sabu yang “Ngotot” Demi Perubahan

  • Whatsapp
Jefri Riwu Kore
banner 468x60

Kita semua sepaham, politisi kawakan bernama lengkap Jefirstson R. Riwu Kore laik mendapat ruang kecil dalam sejarah politik Nusa Tenggara Timur (NTT). Nama si  Ama Sabu yang kini melangit, juga memiliki kisah juang masa kecil yang mesti ditiru. sekarang, Jefri riwu Kore sudah mendulang banyak prestasi dan prestise. Siapa sangka ? jabatan dan status sosial yang kini Ia raih, berasal dari perjuangan yang sanggup membuat geleng kepala ? Jefri kecil tak jarang di sapa anak Desa. Status anak desa karena jefri kecil dan lugu adalah penjaja kue jalanan. Pria berzodiak capricorn ini memiliki semangat juang membara layak sanga fajar. Anugerah kehidupan dan kemewahan masa tua adalah hasil doa dan kerja keras Jefri kecil yang sangat luar biasa.

Suami dari Hilda Manafe ini, kini, memiliki dua orang anak. Hidup bahagia namun tetap sederhana. Jefri Riwu Kore Lahir pada 13 januari 1960, kini usianya sekira setengah abad. Banyak kesuksesan yang sudah ia raih. Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, juga sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) partai demokrat NTT. Jabatan dan kekuasaan yang ia miliki tak hadir dengan sendirinya, ibarat membelah batu, juang yang giat dan doa yang khyusuk. Alumnus Paska sarjana Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Madah (UGM) ini, kini memilih jalan mengundurkan diri dari senayan dan berkutat dengan pencalonan Walikota Kupang. Berbekal semangat juang demi perubahan. Ia meninggalkan kemewahan di Jakarta dan berjuang hingga tetesan peluh di Kota Karang.

Read More

banner 300250

Menoleh ke masa lalu, Jefri kecil memang memiliki nilai juang kecil yang patut ditiru. Penjual kue dan sayuran. Saat kecil Jefri justru memiliki semangat juang membara. Ia mesti memikul barang dagangannya keluar masuk gang untuk menjajahkanya. Ia tak kenal lelah, jua tak letih. Harapan Jefri kecil utuh hanya untuk mendapat kehidupan dan rezeki sehari. Godaan menikmati masa kecil tak mempan mengurung semangat juangnya yang membara. Ia bahkan tak memilih bermain bersama teman sebaya. Melintasi tiap waktu, berteman barang dangangan da teriakan keluar dan masuk gang hanya untuk satu tujuan ‘orang membeli jualanya’.

Jefri yang punya semangat kekar, justru membantu ibunya dengan hasil jualanya. Gaya hidup dan pergaulan remaja lain tak mempan menggodanya untuk meninggalkan usahanya. Ia malah membantu ibunya dalam melanjutkan usaha kecil dalam rumah tangga.

Kita tahu bersama, kini nama Jefri Riwu Kore sudah sangat besar. Jutaan manusia NTT pasti tak asing jika mendengar atau bahkan menyebut namanya. Banyak cita-cita mulia yang masih Ia lakukan demi menyembuhkan semangat perubahan yang sudah Ia cita-citakan.

Memilih menjadi calon Walikota Kupang banyak resiko, selain harus meninggalkan segala kemewahan di senayan, Ia juga harus berani rendah hati jika harus berakhir dengan kegagalan. Bagi Jefri, usaha dan pekerjaan yang sudah Ia lakukan dengan Hati dan Kerelaan kegagalan bukan tantangan, melainkan kenikmatan.

Jefri kecil, walau hanya penjual kue dan sayuran, punya semangat sekuat baja, setegar batu dan seterjal karang. Ia cukup dikatakan berani meninggalkan kemewahan hanya untuk sebuah perubaha di Kota Kupang. (Ronis Natom)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *