Jeriko-Herman Dikekang Timsus, Timsus Duduki Kantor Walikota Hingga Malam Hari

  • Whatsapp
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Aneh tapi Nyata, meskipun Hari semakin malam, Beberapa Aparatur Sipil Negara (ANS) Lingkup Pemerintah Kota Kupang masih menduduki kantor walikota, meskipun sebenarnya sesuai tugas dan wewenang Pol PP lah yang mempunyai tugas menjaga kantor Walikota.

Namun ini berbeda ASN yang sebagian adalah Tim Sukses (Timsus) atau Relawan Pasangan Calon Walikota Kupang dan Wakil Walikota Kupang saat itu.

Read More

banner 300250

Pantaun media ini sejak siang hari Kamis (02/11/2017) kemarin, Mereka terus duduk di teras kantor walikota kupang, hingga waktu menunjukan pukul 18.30, mereka masih duduk di depan teras kantor walikota.

Yang diketahui, alasan mereka duduk dikarenakan menunggu Walikota Kupang yang saat itu masih berada di dalam ruangan kerjanya.

Hingga tiba pada waktunya, Felixs Dando yang merupakan Ketua DPD PAN Kota Kupang datang dan menemui Walikota Kupang diruangan kerjanya, Felixs tidak sendiri, Felixs didampingi 2 pengacara yakni Nikols Ka Lomi dan Novan Manefe.

Sesaat Felixs Dando menemui Walikota Kupang, Felixs pun keluar memanggil mereka yang saat itu sedang menunggu di luar untuk masuk menemui Walikota Kupang.

Penjagaan semakin ketat, pasalnya diruangan Walikota Kupang ada pula Pihak Polres Kupang Kota kurang lebih 2 orang, yang lainnya menunggu di luar.

Sementara itu sebelumnya, Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man mendapat ancaman dari Tim Sukses (Timsus) atau Relawan.

Ancaman itu beredar melalui video yang viral di Media Sosial (Medsos) Facebook dan beredar luas di group Whatsapp.

Timsus yang ada dalam video itu antara lain, Jovid Tonubesi dan Adi Pali yang merupakan ASN di lingkup Pemerintah Kota, Adi Fanda salah satu masyarakat.

Dalam video itu, Jovid Tonubesi mengaku kecewa dengan Hermanus Man.

Sementara itu Adi Wanda mengatakan bahwa Jovid Tonubesi sudah belasan tahun mengikuti Walikota Kupang. entah apa yang dia maksud pula.

Pengacara Pemkot, Jovan Manafe kepada media ini mengatakan, Bahwa pertemuan yang digelar di ruangan kerja walikota hanya pertemuan biasa.

Novan yang ditanya soal video yang menjadi viral di masyarakat melalui medsos mengaku itu hanya kesalahpahaman dan miss komunikasi baik itu para relawan dan Wakil Walikota Herman Man.

Sementara itu, Jefri Riwu Kore kepada wartawan saat ditemui setelah usai membuka kegiatan di Kantor Badan Pengelolaan keuangan dan aset daerah, Jumat (3/11/2017) mengaku selaku pimpinan daerah merasa kecewa atas kejadian tersebut. Karena Wakil Walikota adalah seorang pimpinan daerah, sebab hanya kerana isu perorangan lalu dijadika  isu yang besar.

Sementara disinggung soal sikap pemerintah kedepan guna tidak terjadi hal yang sama, karena mereka dalam pengakuan adalah tim pemenang pada waktu Pilkada, Jefri mengaku pihaknya tidak ada tim lagi. Untuk itu hanya karena ego satu dua orang pastinya tidak bisa, sebab pastinya semua orang akan mengamuk.

“Yang jelas untuk menyenangkan semua orang tidak bisa, karena pastinya akan ada satu dua orang yang akan kecewa.Untuk itu satu atau dua orang yang kecewa ini jangan sampai buat yang aneh-aneh, sebab  kami tidak bisa diatur oleh orang bahwa ini orang ini harus dikasih pindah, dengan alasan ini dulu dukung Jonas dan ini dulu dukung kami, itu semua tidak ada,” tegas Jefri yang dilansir metronews.com(. MN/Pito Atu)

Keterangan Foto : Suasana di depan ruang tunggu Walikota Kupang, Kamis (02/11/2017) malam.

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *