Home / Pendidikan / Keprihatinan Mahasiswa Cipayung Kupang, Terhadap Demokrasi Di NTT

Keprihatinan Mahasiswa Cipayung Kupang, Terhadap Demokrasi Di NTT

121 Kali dibaca
Lima Organisasi Mahasiswa Cipayung Kupang antara lain GMKI , HMI, PMII, PMKRI, GMNI Cabang Kupang saat menggelar Konferensi Pers
Lima Organisasi Mahasiswa Cipayung Kupang antara lain GMKI , HMI, PMII, PMKRI, GMNI Cabang Kupang saat menggelar Konferensi Pers

Bagikan Halaman ini

Kota Kupang, penanusantara.com – Lima Organisasi Mahasiswa Cipayung Kupang antara lain GMKI , HMI, PMII, PMKRI, GMNI Cabang Kupang  merasa keprihatinan terhadap proses Demokrasi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekarang ini. Lima Cipayung tersebut dengan tegas menolak Segala Gerakan Yang Akan menciderai Demokrasi Di NTT.

Saat Menggelar konferensi pers pada Jumad (24/08/2018) di margajuang63 PMKRI Cabang Kupang Naikoten, Ketua PMKRI Cabang Kupang  Engelbertus Boli Tobin Dengan tegas  menolak segala seruan, gerakan dan sikap yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dan menciderai demokrasi Indonesia dan khususnya NTT yang akan berlangsung dalam moment pesta demokrasi pileg dan pilpres tahun 2019 mendatang.

”Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 sudah didepan mata dan akan ditabuh sekitar satu tahun lagi tepatnya 17 April 2019 mendatang merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,” tandasnya diawal sambutannya.

Komitmen kelima Organisasi Kemahasiswaan cipayung  kupang ini adalah bahwa sebelum berlangsungnya pemilu 2019, kita kemudian disuguhkan dengan sejumlah dinamika politik yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang jujur, adil, dan demokratis, Organisasi Cipayung (PMKRI, HMI, PMII, GMNI, GMKI) turut mengambil peran sebagai agent of change, agent of control social, dalam mengawal jalannya pesta demokarsi di Indonesia dengan mengedepankan asas indenpensi, nalar kritis, dan tidak terkontaminasi dengan kepentingan kelompok, golongan, atau parpol tertentu,” ujar Tobin saat menyampaikan pernyataan sikap.

Dalam penjelasan lebih lanjut Engelbertus Boli Tobin menyatakan  bahwa akan ada pesta demokrasi jelang pileg dan pilpres, dimana nuansa dalam pesta demokrasi yang akan berlangsung di harapkan menjadi pesta demokrasi yang aman dan damai.

“Karena itu mereka ingin menyerukan kepada seluruh masyarakat NTT apa yang menjadi kesepakatan Lima Organisasi  Mahasiswa Cipayung Kupang  meminta semua pihak untuk melakukan politik yang damai, tidak membawa isu sara, intimidasi dan politik uang yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan . Selain itu juga, akan menyerukan kepada semua elemen masyarakat agar tidak terpancing dengan berbagai provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan tetap menjaga kerukunan walau berbeda dalam pilihan politik.” serunya.

Selain itu, tandaskan seruan dan kesepakatan itu, Lima Organisasi Mahasiswa Cipayung Kupang  juga mengklarifikasi terkait pemberitaan sejumlah media portal maupun cetak di beberapa hari terakhir  yang tidak memberitakan subtansi perjuangan melainkan menggiring opini publik seolah-olah Cipayung terkontaminasi dengan kepentingan politik praktis. Melainkan lebih kepada  seruan “PEMILU DAMAI 2019”

Hadir dalam jumpa pers kelima ketua organisasi kemahsiswaan antara lain Christo M.T. Kolimo, Ketua GMKI Cabang Kupang , Zainudin Umar, Ketua HMI Cabang Kupang, Hasnu Ibrahim, Ketua PMII Cabang  Kupang, Engelbertus Boli Tobin, Ketua PMKRI Cabang Kupang dan  Yoseph A. Sukario  Ketua GMNI Cabang Kupang.

Fitri Hidon, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini