Home / Daerah / Ketua DPW PAN NTT Hadiri Acara Atap Rumah Adat Niha’a Fohomuku di Desa Takirin

Ketua DPW PAN NTT Hadiri Acara Atap Rumah Adat Niha’a Fohomuku di Desa Takirin

161 Kali dibaca
inbound7849971567688285583

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut menghadiri Ritual atap rumah adat Niha’a Fohomuku di Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, Senin, 09 November 2020.

Kedatangan Awang diterima secara adat dan didampingi Anggota DPRD NTT Fraksi PAN Bernardinus Taek dan Anggota DPRD Kabupaten Belu Fraksi PAN Nini Wendelina Atok.

Awang pun dipersilahkan masuk ke rumah adat Niha’a Fohomuku disuguhkan sirih pinang yang tertata rapi di Koba atau tempat sirih pinang.

Ketua DPW PAN NTT saat berada di dalam rumah adat Niha'a Fohomuku di Desa Takirin.

Ketua DPW PAN NTT saat berada di dalam rumah adat Niha’a Fohomuku di Desa Takirin.

Setelah itu, untuk memeriahkan perayaan adat itu, Awang juga ikut terlibat dalam tarian Tebe bersama para masyarakat.

Awang saat diminta tanggapannya mengaku merasa senang dan bahagia.

Ia berharap agar rumah adat ini terus di jaga dan dilestarikan dan di jaga agar betul-betul rumah adat yang sesuai dengan keutuhan dari leluhur itu yaitu tradisional.

Awang juga menyampaikan terima kasih kepada tokoh-tokoh adat, unsur Desa Takirin dan Aparat dari TNI.

Ditambhkan Awang, Budaya kerja keras mudah ditemukan di sini. salah satunya bergotong royong membenahi rumah adat.

“Saya sangat senang bisa sampai di sini, budaya kerja keras kita temukan di sini gotong royong membangun rumah adat, ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Belu Nini Wendelina Atok mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kedatangan Ketua DPW PAN NTT Awang Notoprawiro.

Menurut Nini, Kedatangan Ketua DPW PAN NTT tanpa direncanakan, tapi ia menyampaikan Terima kasih.

“Kita masyarakat sagat senang, karena ini hal yang luar biasa, Bapak Awang Notoprawiro bisa melihat langsung acara ritual adat atap rumah adat Niha’a Fohomuku,” katanya.

Ia juga meyakini untuk tetap menjaga kelestarian budaya rumah adat ini.

“Pesan Bapak Awang, akan kita jaga, agar terus melestarikan rumah adat, yang secara keseluruhan di bangun berasal dari alam. (ar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini