Home / Ekbis / Lakukan MoU Dengan Pemerintah Jepang Terkait Listrik Dan Air, Ini Kata Jeriko

Lakukan MoU Dengan Pemerintah Jepang Terkait Listrik Dan Air, Ini Kata Jeriko

89 Kali dibaca
IMG-20180719-WA0003

Bagikan Halaman ini

Kota Kupang, penanusantara.com – Pemerintah Kota Kupang bersama pemerintah Jepang melakukan penandatangan perjanjian (MoU) kerja sama terkait listrik dan air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat Kota Kupang, bertempat di ruang rapat garuda kantor Wali Kota Kupang, Rabu (18/07/2018).

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam pertemuan itu mengatakan, pemerintah Kota Kupang tidak mengeluarkan dana dalam kerja sama dengan pemerintah Jepang, untuk itu kata Jeriko, harus dikerjakan secepat mungkin secara bersama.

“Orang bilang kalau pemerintah tidak mengeluarkan dana ya harusnya kita folow up cepat dan secepat mungkin sehingga dalam waktu dua hari ini kita masuk dalam keputusan besar untuk kerja sama, karena kami juga sudah mengecek dan memantau bahwa perusahaan ini besar, bukan kecil yang mau bekerja sama dengan kita, dan kita salah satu yang dididik untuk kerja sama itu,” terang Jeriko sapaan akrabnya.

Lanjut Jeriko, prinsip paling utama adalah pemerintah Kota tidak mengeluarkan dana APBD sedikit pun untuk kerja sama ini.

“Kalau kerja kita harus mengeluarkan dana maka kita perlu waktu untuk membahas secara lanjut dengan pihak-pihak lain khususnya DPRD,” ungkap orang nomor satu Kota Kupang ini.

Poin penting yang akan dikerjakan bersama dalam master plan infrastruktur di Kota Kupang lebih diprioritaskan listrik dan air.

“Oleh karena itu kami (pemkot) mengambil jalan cepat apabila ada yang membantu tanpa dana apa salahnya membiat MoU secepatnya mungkin sehingga mereka bisa membantu segera dan secepat mungkin,” tutur mantan DPR RI dua periode ini.

Sementara perwakilan pemerintah Jepang,Tuan Tomonori Kimura mengatakan, Master plannya untuk seluruh Kota Kupang dan semua titik, katanya, yang diutamakan di Kota Kupang adalah Listrik dengan air.

“Untuk itu akan dibuatkan master plan secara keseluruhan, tempat-tempat gelap di mana akan di buat di situ. Terus air di daerah mana yang kurang akan dibuat atau disuplai,” ungkap Kimura.

Untuk semua pembiayaan, jelasnya, semuanya ditanggung oleh pemerintah Jepang.

“Biaya dari pemerintah Jepang untuk kerja sama dalam mengadakan apa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Kupang saat ini,” tandas Kimura. (*pito)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini