Home / Daerah / Laporan Ahang di Bawaslu Manggarai Diduga Sarat Kepentingan Politik

Laporan Ahang di Bawaslu Manggarai Diduga Sarat Kepentingan Politik

430 Kali dibaca
IMG_20181226_142826

Bagikan Halaman ini

Ruteng, penanusantara.com – Laporan Marsel Ahang di Bawaslu Manggarai terhadap Ursula Anur diduga sangat tendensius atau sarat dengan kepentingan politik.

Untuk diketahui bersama bahwa Marsel Ahang merupakan Caleg PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) yang sama dengan saudari terlapor Ursula Anur.

“Artinya cukup beralasan, jika saya menduga ini adalah salah satu cara kotor untuk mematikan lawan politik,” demikian disampaikan Ferdinandus Angka, SH Rabu, 26 Desember 2018.

Pengamat Politik Manggarai itu menilai laporan Ahang sangat ganjal dan tidak masuk akal. Pasalnya laporan Politikus PKS yang di lansir media www.Floreseditorial.com tidak memenuhi unsur hukum. Antara lain :

Pertama : Pelapor tidak menjelaskan   kronologis kejadian secara rinci.

Kedua : Pelapor tidak menjelaskan bentuk pelanggaran dalam sosialisasi yang dimaksud.

Ketiga : Tidak cukup bukti. Foto mobil dalam keadaan parkir tetapi tidak tampak muka dari terlapor ataupun suaminya. Sehingga patut diduga Marsel Ahang mengambil foto itu dari jarak cukup jauh dan dengan cara sembunyi.

Keempat : Pelapor tidak sertakan foto masa yang hadir. Sangat mustahil kalau sosialisasi tanpa masa.

“Pertanyaan kritisnya, lokus kejadian di Cancar Ibukota Kecamatan Ruteng, kenapa pada saat itu Marsel Ahang tidak langsung memanggil Panwascam atau setidaknya Panwasdes, sehingga perbuatan yang diduga melanggar ketentuan yang berlaku tersebut untuk di tindak tegas,” tandasnya.

Advokat Muda itu menilai, laporan Ahang itu diduga atas dasar asumsi.

“Saya menilai Ahang menyimpulkan hal itu lantaran Sekdinkes Manggarai, Kanis Nasak bersamaan dengan istrinya menggunakan mobil dinas.

Ia mempertanyakan adakah aturan bahwa suami (ASN) dari Caleg tertentu untuk tidak diperbolehkan berjalan bersamaan dalam urusan dinas atau keluarga?

Tamatan Universitas Widiagama Mahakam Samarinda itu mengingatkan Ahang, bahwa cara berpikir seperti itu tentu sangat dankal dan kotor.

Perlu di ingat ujar dia, penegakan hukum tidak boleh atas dasar asumsi, tetapi harus memenuhi dua alat bukti.

Melalui pesan Whatsapp yang diterima media ini, Selasa 26 Desember 2018, Ferdi mengakui telah membaca berita di beberapa media online tentang klarifikasi dari Sekdinkes Manggarai.

Bahwasannya kunjungannya ke Cancar dalam rangka tugas pelayanan. Hal itu ia lampirkan dalam berita dengan bebarapa alat bukti.

“Maka tugas Marsel Ahang sekarang adalah membuktikan laporannya, jika tidak maka siap dipolisikan. Karena tuduhan perbuatan pencemaran nama baik, atau suatu tindakan yang menyerang harkat dan martabat seseorang,” pintanya.

Diakhir komentarnya, ia menyampaikan bahwa tulisan ini tidak bermaksud untuk mendahului keputusan Bawaslu, tetapi tanggapan ini merupakan cara untuk tidak tercipta suasana gaduh di Masyarakat.

Menanggapai hal itu, Marsel Ahang Politisi PKS menuturkan sebagai warga negara yang menjunjung tinggi hukum dirinya siap jika dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Itu haknya Kanis Nasak dan Ursula Anur. Saya tidak gentar,” tutur Ahang melalui pesan whatsapp yang diterima Penanusantara.com Selasa, 26 Desember 2018 Tetapi perlu diingat kata dia, UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN.

“Dalam undang-undang ASN pasal 2 huruf F menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh berpihak kepada siapapun. ASN harus netral dalam berpolitik,”terang Ahang.

Ahang meminta agar proses politik itu tidak menghalalkan segala cara. Biarkan rakyat yang memilih dan menentukan wakil rakyat.

Namun ketika ditanya terkait alat bukti Ursula Anur menggunakan mobil dinas dalam bersosialisasi, Ahang tidak menunjukan hal itu kepada media ini.

“Soal alat bukti itu urusan penyidik dan saya siap membuktikan dihadapan penyidik,” tegas Marsel.

Ia menegaskan Laporan ke Bawaslu Manggarai tidak ada sarat kepentingan politik.

“Laporan ini sebagai bentuk menegakan hakikat politik. Bermain cantiklah ketika mencalonkan diri menjadi anggota dewan. Jangan kemana mana pake mobil dinas. Saya bukan iri hati ya dan bukan takut bersaing,jika terpilih atau tidak oleh rakyat, saya selalu bersyukur,” tutupnya.

Kons Hona, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini