Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Fatah, Jeriko : Gotong Royong Terasa Ringan

  • Whatsapp
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Wali Kota Kupang Jefristson Riwu Kore melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Al-Fatah Kelurahan Solor, Kamis (21/09/2017).

Ketua panitia pembangunan Haji Muhamad Idin dalam laporannya menyatakan bahwa latar belakang Pembangunan Masjid Al-Fatah berawal dari keprihatinan umat akan bangunan masjid yang kelihatan sudah tua dan sudah termakan usia oleh karena itu sudah saatnya di perbaiki.

Read More

banner 300250

Tentu, biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid Al-fatah ini sangat besar oleh karena itu panitia pembangunan meminta kerja sama semua pihak demi tercapainya proses pembangunan ini.

“Pembangunan Masjid ini akan memakan biaya mencapai 8.5 M dengan luas bangunan 29 kali 28 setengah dengan konstruksi bangunan 2 Lantai dan di kerjakan dalam tempo 6 tahun secara bertahap,” ujar Muhamad idin

“Kami sangat membutuhkan kerjasama dari semua pihak baik itu pemerintah Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur maupun pusat serta semua pihak yang ingin membantu kami demi tercapainya pembangunan mesjid ini,” tambahnya

Di tempat yang sama Jefristson Riwu Kore yang akrab disapa Jeriko memberikan apresiasi kepada panitia pembangunan masjid Al-fatah atas niatnya dan dengan kerja keras di bantu berbagai pihak pembangunan masjid ini cepat selesai.

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore foto bersama usai Peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Al-Fatah Kampung Solor
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore foto bersama usai Peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Al-Fatah Kampung Solor

Lebih lanjut Jeriko menambahkan Pembangunan Masjid ini merupakan tanggung jawab semua pihak dan tentunya ini tanggung jawab pemerintah kota oleh karena itu segala upaya akan dilakukan untuk pembangunan ini.

“Kita akan buat proposal dan dengan kenalan dan relasi saya yang ada dipusat kita minta uang ke sana karena biaya yang kita butuhkan lumayan besar dan pendapatan asli daerah kita tidak cukup untuk ini oleh karena itu kita akan usulkan ke pusat setiap tahun tetapi kita harus yakin kalau kita bekerja sama bergotong royong ini akan terasa ringan,” ujar jeriko

Ia juga berharap pembangunan mesjid ini yang sedianya di rencanakan selambat-lambatnya selama enam tahun tetapi dengan kerja sama semua pihak dapat cepat terselesaikan lebih cepat atau secepat-cepatnya tiga tahun.

Sementara itu Anwar Pua Geno selaku Ketua DPRD NTT sekaligus Ketua Kumpulan Haji NTT yang juga hadir dan memberikan sambutan menyatakan ini bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah Kota Kupang tetapi ini juga bagian dari tanggung jawab pemerintah Provinsi NTT karena Masjid ini juga merupakan aset Pemda NTT.

“Untuk itu saya dengan beberapa teman Dewan yang ada di Provinsi mendekati pak Gubernur dan kita akan berusaha untuk masukan dalam rencana anggaran,” ujarnya

Sesuai informasi masjid Al-fatah merupakan mesjid pertama yang di bangun di Kota Kupang pada tahun 1785 atau umurnya sudah mencapai 2 abad lebih, sejak di bangun sampai dengan saat ini mesjid ini baru di rehab sebanyak tiga kali.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Ketua MUI Provinsi NTT Hj. Abulkadir Makarim, Ketua Dewan Masjid Kota Kupang Ustad Mochen Thalib, Ketua Majelis Imam Kota Kupang Hj. Amir Kiwang, para Anggota Dewan, para camat dan Lurah sekota Kupang.

Armand Hote, Pito Atu

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *