Home / Tips & Kesehatan / Mahasiswa KKN UMM Adakan Pengobatan Gratis

Mahasiswa KKN UMM Adakan Pengobatan Gratis

86 Kali dibaca
IMG-20180803-WA0004

Bagikan Halaman ini

Mojokerto, penanusantara.com – Balai Desa Leminggir pagi ini terlihat ramai dari hari-hari biasanya. Hal ini dikarenakan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan pengobatan gratis dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Leminggir, Mojosari, Mojokerto.

Kelompok Kuliah Kerja Nyata 61 yang juga menyebut dirinya “Jagoan Leminggir” ini beranggotakan 32 orang dari berbagai jurusan dengan Dosen Pembimbing Lapang Drs. Wiyono. MM.

Kegiatan ini sebagai perwujudan salah satu program kerja divisi kesehatan dan lingkungan dan juga pengabdian mahasiswa-mahasiswi UMM untuk membantu warga setempat yang tersebar di tiga dusun yakni Dusun Ngagrok, Turi, dan Lemiring. Ima salah satu anggota Jagoan Leminggir mengatakan bahwa tujuan mereka juga untuk meringankan beban masyarakat untuk berobat.

Dimulai dari pukul 09.00 sampai 12.00 WIB, warga dengan tertib mengantre sejak pukul 08.00. Bekerjasama dengan Dokter Rizka dari Sidoarjo dan tim medis KKN 60 ngimbangan, acara ini terlaksana dengan lancar.

Dengan membawa kupon yang sudah dibagikan langsung door to door oleh anggota Jagoan Leminggir ke seluruh Desa serta fotokopi KTP, warga bisa merasakan fasilitas pengobatan gratis seputar pengecekan tekanan darah, pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter, pengecekan gula darah, serta obat-obatan.

Warga Desa Leminggir sangat antusias dengan adanya agenda ini terbukti dengan jumlah peserta pengobatan yang datang yaitu 73 orang.

Keluhan warga mayoritas seputar myalgia (pegal-pegal), hipertensi, serta gatal-gatal. Hal ini disebabkan mata pencaharian warga setempat sebagian besar adalah petani. Untuk gatal-gatal sendiri disebabkan kurang higenisnya air kran karena berdekatan dengan wilayah industri.

Ibu Fatimah selaku peserta mengatakan bahwa senang sekali dengan adanya agenda pengobatan gratis karena sudah lama tidak ada program seperti ini, beliau menambahkan meskipun dulu ada acara yang serupa tetap ditarik uang obat sebesar lima puluh ribu rupiah.

“Antusiasme warga relatif tinggi, bahkan tim kami menjemput secara langsung dan mengantarkan pulang karena beberapa tidak bisa berjalan dan terdapat yang patah tulang. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatan kualitas kesehatan warga Desa Leminggir,” ujar Rahmat selaku penanggung jawab. (*Kons)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini