Home / Daerah / Masyarakat Desa Bodo Sumba Barat Hulla Gagal Panen Jagung

Masyarakat Desa Bodo Sumba Barat Hulla Gagal Panen Jagung

153 Kali dibaca
inbound5471036384062703351

Bagikan Halaman ini

Wailabubak, penanusantara.com – Warga Desa Bodo Hulla, Kecamatan Lomboya, Kabupaten Sumba Barat (SB) gagal panen jagung akibat curah hujan yang tidak stabil.

“Hal ini disebabkan karena curuh hujan yang tidak stabil sehingga jagung yang ditanam parah petani mengalami kekeringan dan mengakibatkan petani gagal panen, demikian disampaikan Ketua BPD Desa Bodo Hulla Thomas Bili Saingu. Kamis, (11/03/2020).

Dikatakan Thomas, masyarakat mulai menanam jagung ketika hujan dari awal bulan Desember 2019 masih lancar dan ketika jagung sudah tumbuh hujan berhenti dan bahkan ada juga jagung yg sudah berbunga dan berbuah ikut gagal akibat curah hujan yang kadang seminggu bahkan sampai dua minggu baru hujan turun lagi, serta posisi lahan perkebunan yang ditanami jagung berada di wilayah perbukitan yang mengharapkan air hujan.

Dilanjutkannya, Hal ini mengakibatkan jagung para petani mati dan ada juga yang bisa di panen tetapi hasilnya tidak memuaskan, karena tongkol dan buahnya kecil dan bahkan ada yang tidak mempunyai isi.

Thomas menambahkan lagi, biasanya kebun yang berukuran satu hektare bisa menghasilkan 800 kg biji jagung
jika curah hujan stabil serta jagung bertumbuh dan berbuah dengan baik. Tetapi tahun ini masyarakat sangat kecewa dan pasrah akan keadaan yang terjadi, katanya.

“Yang biasanyanya hujan turun lebih awal dan bahkan sampai bulan april dan mei hujan masih lancar, tapi tahun ini sangat membingungkan, paparnya.

Di tempat berbeda Jekson salah satu petani jagung asal desa Bodo Hulla, keamatan Lamboya juga membenarkan bahwa, jagung petani Desa Bodo Hulla gagal panen akibat curah hujan yg tidak stabil.

“Tahun kemarin panen jagung cukup bagus, ketimbang tahun ini. Rata-rata masyarakat di sini panen jagung tidak banyak hasilnya dan tempat yang ditanami jagung juga berada di daerah perbukitan yang tidak dijangkau air dan hanya mengandalkan hujan turun, hal ini mengakibatkan gagal panen jagung,” jelas Jekson.

Jakson juga berharap adanya perhatian pemerintah jika hal ini berkelanjutan agar ada upaya berupa bantuan dari pemerintah bagi petani yang gagal panen.

Laporan : Oktavianus Saingu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini