Home / Polkam / Melayat Jenazah Mesakh Amalo, Ini Yang Disampaikan Walikota Jeriko

Melayat Jenazah Mesakh Amalo, Ini Yang Disampaikan Walikota Jeriko

331 Kali dibaca
IMG_20180502_100138-800x480

Bagikan Halaman ini

Kota Kupang, penanusantara.com – Walikota Kupang Dr Jefri Riwu Kore melayat ke kediaman Mantan Walikota Kupang Administratif Drs, Mesakh Amalo di jalan Kemuning Naikolan Kota Kupang, Rabu (02/05/2018).

Drs, Mesakh Amalo menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Kupang pada Selasa (01/5/2018) pukul 07.10 Wita.

Kehadiran Walikota Kupang Jefri Riwu Kore untuk berbagi rasa duka dengan Ny. Wilhelmina Amalo-Taolin dan keluarga Amalo-Taolin.

Saat Mendatangi rumah duka, Walikota didampingi Ketua DPRD Kota Kupang Yeheskiel Ludoe, Sekda Kota Kupang Bernadus Benu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang Thomas Didimus Dagang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Filemon Lulupoi, dan sejumlah pimpinan OPD Kota Kupang lainnya.

Jefri Riwu Kore menyebut bahwa sejak Tahun 1969 Kupang masih kota Kecamatan yang mengalami perkembangan pesat dari tahun ke tahun. Kemudian tahun 1978 Kecamatan Kota Kupang ditingkatkan statusnya menjadi Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1978, yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 18 September 1978.

Sementara, Drs. Mesakh Amalo dilantik jadi Walikota Administratif pertama. Kemudian diganti oleh Letkol Inf. Semuel Kristian Lerik pada tanggal 26 Mei 1986. Hingga perubahan status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang.

Perkembangan Kota Administratif Kupang sangat pesat, baik di bidang fisik maupun non fisik. kemudian berubah status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang disetujui oleh DPR RI dengan disahkan Rancangan UU 5 Tahun 1996 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang menjadi UU pada tanggal 20 Maret 1996.

“Jasanya cukup besar selama memimpin kota administratif, beliau mendukung penuh ketersediaan ruang terbuka publik. penataan kota serta birokrasi,” ujarnya

Lebih lanjut dikatakan Sekda Kota Kupang Bernadus Benu, Kepemimpinan Amalo, tentu menjadi referensi bagi pemimpin saat ini dan akan datang. semua rakyat Kota menginginkan perubahan. Kota Kupang sebagai kota KASIH.

Sedangkan di dalam rumah, Jenazah Drs Mesak Amalo dijaga oleh isterinya Wilhelmina Amalo-Taolin, tiga orang putrinya yaitu Helena Amalo, Nancy Amalo, dan Christyn Amalo serta seorang cucu laki-laki berusia sekitar 6 tahun. (*/Pito Atu)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini