Home / Daerah / Menjawab Keluhan Warga Mena, Bupati Manggarai Sambangi Ternak Ayam Petelur

Menjawab Keluhan Warga Mena, Bupati Manggarai Sambangi Ternak Ayam Petelur

414 Kali dibaca
IMG-20190207-WA0012

Bagikan Halaman ini

Ruteng, penanusantara.com – Dalam menanggapi keluhan warga Mena, Kelurahan Compang Tuke, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Bupati Deno Kamelus bersama rombongannya meninjau lokasi kandang ayam petelur, Rabu (6/2/2018).

Terlihat, Bupati Deno didampingi kadis Peternakan Dan Konstantinus, Plt Kadis Lingkungan Hidup I Ketut Suastika, Kadis pertanian Yos Mantara, Kadis kesehatan, dr Yulius Weng, Kasat Pol PP Lambertus Kahe dan Camat Langke Rembong Petrus Masangkat.

Sebelum menuju ke lokasi kandang ayam petelur yang diduga sebagai sumber lalat, Bupati Manggarai sambangi warga setempat untuk mendengarkan keluhan secara langsung.

Kepada Bupati Deno, pemilik tokoh Violeta, Selestinus S. Surono menuturkan, serbuan lalat ke rumah warga di sekitar lokasi peternakan sudah sejak lama.

“Tetapi sangat aneh pa, ketika kami komplein ke pemilik kandang ayam petelur itu, jumlah lalatnya pasti berkurang. Hal ini sering terjadi. Namun ketika tidak menyampaikan keluhan pastinya lalat-lalat itu semakin bertambah,” jelasnya kepada Bupati Manggarai.

Dalam menanggapi hal itu, Bupati Manggarai menjelaskan, kehadiran pemerintah saat ini untuk mengetahui akar persoalan.

“Kita harus mengetahui hubungan antara kandang ayam dan lalat yang bertebaran di rumah warga. Setelah itu pemerintah mengambil solusi yang terbaik,” jelasnya kepada Selestinus.

Setelah mendengarkan keluhan warga, Bupati Manggarai dan rombongannya meninjau kandang ayam petelur milik CV. Tri Mitra Bahagia itu.

Penanggung jawab harian perusahaan, Mba Surip dan kawan-kawanya menyambut kehadiran orang nomor satu Manggarai di depan rumah kecil tempat penginapan karyawan.

Pada kesempatan itu, Bupati Manggarai menayakan legalitas dari perusahaan tersebut, antara lain, surat izin dan kelengkapan administrasi lainnya.

Mba Surip pun menunjukan kelengkapan adminsitrasi perusahaan kepada Bupati Manggarai.

“Ini semua administrasi yang dimiliki perusahaan pak,” ujarnya kepada Bupati Deno sembari menujukan dokumen.

Surip Akui Sumber Lalat Dari Kotoran Ayam.

Dalam perbincangan singkat itu, Bupati Manggarai melontarkan beberapa pertanyaan kepada Mba Surip.

Ia menayakan terkait keluhan warga, apakah memang benar kandang ayam ini merupakan sumber lalat?

Surip pun tidak mengelak dan membenarkan hal itu.

“Benar pak, lalat itu bersumber dari kotoran hewan yang lembap dan tidak kering,” jelasnya.

Mendengar jawaban itu, Bupati Deno Kamelus kembali melayangkan pertanyaan, apakah lalat-lalat itu tersebar di rumah warga?

Dengan  jujur Surip berkata “ya benar pak, lalat-lalat itu tersebar di rumah warga sekitar sini, bahkan sampai di Susteran”

Deno Kamelus kembali bertaya, Langkah-langkah apa saja untuk mengatasi masalah ini?

Menanggapi pertanyaan Bupati Manggarai, Mba Surip menjelaskan, pihaknya melakukan penyemprotan kotoran hewan dan larva. Langkah ini kata Surip untuk mengantisipasi bau busuk dan perkembangan lalat.

Dihadapan Mba Surip dan warga yang hadir, Bupati Deno Kamelus menjelaskan, kehadiran perusahaan ini memang sangat bagus untuk membendung impor telur dari luar.

“Sebelumnya, Manggarai mendapatkan pasokan telur dari Surabaya, tetapi dengan kehadiran perusahaan ini, mampu mengatasi kebutuhan telur di Manggarai. Silahkan berusaha tetapi tidak boleh mengganggu kenyamanan warga sekitarnya,” kata Deno.

Sementara, Plt Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai, I Ketut Suastika kepada media ini menjelaskan, langkah-langkah yang ditempuh untuk jangka panjang adalah usaha ternak ayam petelur tersebut harus dipindahkan lokasinya.

“Mengingat lokasi peternakan ayam ini dekat dengan pemukiman padat penduduk,” tandas Ketut.

Sedangkan jangka pendeknya, ia merekomendasikan kepada perusahaan untuk mencegah berkembangnya lalat dengan menjaga kebersihan kandang.

“Membersihkan kotoran ayam 2 kali sehari dan menimbun ditempat penimbunan yang tersedia. 2 tenaga khusus untuk menangani hal ini,” tutur ketut kepada Penanusantara.com melalui pesan Whatsapp.

Selain itu, Ketut menyampaikan, penyemprotan lalat dan Larva harus dilakukan secara terus menerus dan minimal dua tenaga khusus yang menangani hal ini .

“Untuk mencegah bau busuk pihak perusahaan segera menutup pinggir kandang ayam bagian bawah,” tutupnya.

Pito Atu

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini