Home / Ekbis / Menteri ESDM Groundbreaking 6 PLTMG di NTB dan NTT

Menteri ESDM Groundbreaking 6 PLTMG di NTB dan NTT

89 Kali dibaca
Groundbreaking 6 PLTMG di NTB dan NTT

Bagikan Halaman ini

Kupang, penanusantara.comMenteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok Timur kapasitas 50 MW (2×25) sekaligus Groundbreaking 5 Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dan 1 MPP yang tersebar di Nusa Tenggara dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan total kapasitas mencapai 350 MW. Jumat, (20/10/2017).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir membuka sambutannya dengan menjelaskan kondisi kelistrikan di Indonesia sekarang dalam keadaan yang cukup baik, karena tidak ada pemadaman akibat defisit daya pembangkit. Seluruh sistem besar kelistrikan PLN telah mengalami surplus, dan beberapa daerah mempunyai reserve margin lebih dari 30 persen.

“PLN saat ini siap melayani permintaan penyediaan tenaga listrik oleh karena itu Kami berharap agar ketersediaan daya yang cukup ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama oleh kalangan industry,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa Program 35.000 MW juga telah mengakomodir tumbuhnya kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri (KI) dengan dukungan kelistrikan dari PLN, diharapkan industri akan tumbuh dan membawa multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Perihal pembangkit yang di groundbreaking dan diresmikan, Sofyan Basir mengungkapkan bahwa nilai total investasi dari seluruh proyek yang akan di groundbreaking dan diresmikan ini mencapai 6 trilyun rupiah serta dapat menyerap cukup banyak lapangan kerja.

“Proyek PLTU Lombok Timur yang diresmikan telah menyerap sebanyak 37.000 pelanggan baru yang siap menikmati listrik PLN. Sistem Lombok sendiri saat ini sebesar  299 MW dengan beban puncak tertinggi sebesar 227 MW dan cadangan 72 MW,” ucap Sofyan

Sofyan Basir juga memberikan apresiasi terhadap para pihak terlibat dalam pembangunan kelistrikan di Nusa Tenggara, “Kami menyadari bahwa pembangunan infrastruktur ketenaga listrikan Indonesia memerlukan dukungan banyak stakeholder” katanya.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada jajaran pemerintah daerah di lingkungan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dan masyarakat di sekitar lokasi pembangkit, sehingga progres pembangunan dan segala sesuatunya berjalan dengan baik.” tambah Sofyan.

Senada dengan hal tersebut General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT Christyono mengatakan untuk di NTT akan dibangun PLTMG Kupang Peaker kapasitas 40 MW di Dusun Panaf, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Selanjutnya, untuk mendukung kelistrikan di Pulau Flores, dibangun Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 MW.

“Berlokasi di Dusun Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, dan di PLTMG Maumere kapasitas 40 MW yang berlokasi di desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka-Flores Nusa Tenggara Timur,” ungkap Christyono

Pada kesempatan yang sama Frans Lebu Raya Gubernur Nusa Tenggara Timur  mengatakan listrik bukan barang mewah lagi namun menjadi kebutuhan sehari-hari. Efisiensi PLN di jawa dengan NTT beda karena 1 (satu) tiang listrik di Jawa bisa untuk puluhan rumah tetapi di NTT 10 tiang listrik untuk satu rumah.

Lebih lanjut Frans Menghimbau kepada masyarakat Untuk merelakan lahan mereka untuk di bangun kawasan industri karena hal yang sering menghambat tumbuhnya industri di NTT adalah terkait pembebasan lahan.

“kita harus merelakan lahan karena lahan adalah masalah kita yang utama disini, karena saat ini pembangunan semen Indonesia dan industri lain yang akan datang dan membangun perekonomian di daerah kita,” ucap Frans

Berikut ke tujuh proyek yang di Groundbreaking dan diresmikan oleh Menteri ESDM :

  1. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Lombok Peaker. Berkapasitas 150 MW dan berlokasi di desa Tanjung Karang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dengan investasi.1,6 triliun rupiah, proyek ini akan menyerap tenaga kerja sejumlah 365 orang pada fase konstruksi dan 25 orang pada fase operasi. PLTGU ini diharapkan akan Commercial Operation Date (COD) pada Februari 2019.
  1. Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bima. Berlokasi di Dusun Bonto, Kecamatan Asakota, Kota Bima Nusa Tenggara Barat, pembangkit ini dibangun dengan kapasitas 50 MW. Dengan total investasi 637 miliar rupiah, proyek akan menyerap tenaga kerja sekitar 300 orang. PLTMG Bima direncanakan akan COD pada Oktober 2018.
  1. PLTMG Sumbawa kapasitas 50 MW Pembangkit yang berada di desa Labuan Badas Kabupaten Sumbawa ini menelan investasi lebih dari 744 milyar rupiah dan menyerap tenaga kerja hingga 285 orang. Ditargetkan PLTMG Sumbawa akan selesai pada Oktober 2018.
  1. PLTMG Kupang Peaker kapasitas 40 MW. Pembangkit ini dibangun di Dusun Panaf, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Ditargetkan akan selesai pada November 2018. Dengan total investasi lebih dari 700 milyar rupiah, pembangkit ini menyerap tenaga kerja lebih dari 300 orang.
  1. Selanjutnya, untuk mendukung kelistrikan di Pulau Flores, dibangun Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 MW. Berlokasi di Dusun Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Menelan investasi lebih dari 427 milyar rupiah dan menyerap tenaga kerja hingga 210 orang selama masa konstruksi dan 25 orang selama fase operasi.
  1. PLTMG Maumere kapasitas 40 MW yang berlokasi di desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka-Flores Nusa Tenggara Timur. Selama masa konstruksinya proyek ini menyerap tenaga kerja sekitar 285orang dengan nilai investasi lebih dari 694 milyar rupiah.
  1. PLTU Lombok Timur yang mempunyai kapasitas 2×25 MW berlokasi di Desa Padakguar, Kabupaten Lombok Timur. Dengan total nilai investasi 1,2 triliun rupiah, telah menyerap tenaga kerja sebanyak 1.200 orang pada fase konstruksi dan 470 tenaga kerja saat operasi dengan prosentase 95% orang Lombok dan 85% di antaranya adalah penduduk Desa Padakguar.

Sebagai informasi total pelanggan di NTT sebanyak 661.068 pelanggan yang terdiri dari 595.852 pelanggan rumah tangga, 25.151 pelanggan tarif sosial, 33.205 pelanggan bisnis, 170 pelanggan industri dan 6.371 pelanggan pemerintah.

Sementara rasio elektrifikasi NTT per September 2017 sebesar 59,56% dengan target 61,93% di akhir 2017. Selain itu melalui program listrik pedesaan di 2017 ini PLN ditargetkan melistriki 573 desa  di NTT.

Peresmian ini dihadiri juga oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Pimpinan dan anggota Komisi VI dan Komisi VII DPR RI, Direktur Jenderal Deputi dan jajaran Kementerian ESDM, jajaran  jajaran direksi PLN, serta Direktur dan Konsorsium Kontraktor.

Armand Hote, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini