Home / Daerah / Nyalakan Lilin Arwah Di Bawah Gunung Nanaet Dubesi

Nyalakan Lilin Arwah Di Bawah Gunung Nanaet Dubesi

68 Kali dibaca
Warga saat melihat secara langsung Batu Dubesi di atas gunung Dubesi.
Warga saat melihat secara langsung Batu Dubesi di atas gunung Dubesi.

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Setiap tanggal 2 November diperingati sebagai hari arwah atau hari semua jiwa, Hari Arwah, atau Hari Semua Jiwa, adalah suatu hari yang dirayakan untuk mengenang arwah kerabat dan keluarga semua orang beriman yang telah meninggal.

Kebiasaan ini sudah menjadi budaya atau tradisi karena hanya aktivitas tersebut dirayakan setahun sekali. Saya pun mencoba suasana mengenang arwah keluarga saya yang terletak di Haliwen Tubaki Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Dubesi Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur.

Conon secara Etimologi, Nanaet melambangkan pria dan Dubesi melambangkan wanita. Berdasarkan istilah ini, ada kemungkinan terdapat leluhur orang Naitimu dari perkawinan antara leluhur pria yang berasal dari Nanaet dan leluhur wanita yang berasal dari Dubesi.

Batu Dubesi

Batu Dubesi

Dari Kota Atambua, saya bersama rombongan menggunakan sebuah mobil yang akan mengantar kami ke pelosok Desa Dubesi tersebut. Tidak lupa kami menyediakan bekal makanan dan paling penting adalah Lilin yang akan di bakar di kampung itu. Kami pun menempuh perjalanan 1 jam bisa sampai ke kampung haliwen tubaki Desa Dubesi melewati wilayah Halilulik-Buburlaran.

Dalam perjalanan kami harus melewati bermacam rintangan, seperti melewati beberapa kali yang terjal, jalan berkelok yang rusak dan menanjak. Kondisi kerusakan seperti ini selain berakibat merusak kaki-kaki kendaraan juga adanya potensi kecelakaan.

Meski demikian Pesonanya dari kejauhan sudah mengundang decak kagum dan penasaran. Siang itu, terik matahari menyengat saat kami berkunjung ke sana., rumah-rumah pun dibangun seperti pada umumnya.

Terlihat para pemuda desa baik laki-laki maupun perempuan sedang asyik duduk bercerita.
keindahan alam yang menyejukan, budaya yang kental, hingga masyarakat yang ramah, menjadi alasan Desa Dubesi begitu dicintai.

Warga saat melihat secara langsung Batu Dubesi di atas gunung Dubesi.

Warga saat melihat secara langsung Batu Dubesi di atas gunung Dubesi.

Setibanya kami di tempat pemakaman keluarga saya, di depan pemakaman kami pun langsung mekakukan ritual adat, mensembili se ekor babi sebagai kurbannya. Kemudian akan diteteskan darah kurban dengan cara disembelih di dekat tempat leluhur dimakamkan sebagai rasa hormat kepada nenek moyang atau para leluhur., usai ritual adat kami langsung menyiapkan api untuk memanggang Babi yang di sembeli tadi. wooooowww asyikkkkkkk……

Hari pun menjelang sore, penduduk setempat mulai berdatangan di tempat pemakaman untuk membakar lilin mendoakan arwah saudara dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia.

Saya bersama keluarga pun langsung membakar lilin di pemakaman keluarga,  Bila di lihat dari kejauhan akan terlihat cahaya lilin-lilin yang terbaris rapi di area sekitar. Sebenarnya momen ini menarik wisatawan untuk berkunjung menyaksikan budaya adat yang unik di sana karena rituil membakar lilin untuk arwah leluhur ini terbuka untuk umum.

Ade Racel

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini