Home / Polkam / Oleh MA, Ijazah Paket C Ferdinand Padja Dinyatakan Sah

Oleh MA, Ijazah Paket C Ferdinand Padja Dinyatakan Sah

132 Kali dibaca
WhatsApp Image 2019-01-23 at 7.55.43 PM

Bagikan Halaman ini

Kota Kupang, penanusantara.com – Mahkamah Agung Republik Indonesia menolak gugatan Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan Sejati (AMPKS)  yang memperkarakan kasus kepemilikan ijazah palsu milik kader PDIP yang juga anggota DPRD Kota Kupang Ferdinand Pa Padja. Dan Mahkama Agung menyatakan kepemilikan ijazah milik Ferdinand Pa Padja itu sah.

Dikatakan kuasa hukum Ferdinand Pa Padja, Nikolaus Ke Lomi, SH kepada wartawan saat menggelar Jumpa Pers di Kupang, Rabu 23 Januari 2019 bahwa Saatnya publik harus tahu bahwa ijazah milik kliennya itu sah, tidak seperti yang selama ini tuduhkan.

Ke Lomi menuturkan, kepemilikan ijazah paket C milik Ferdinand itu pernah dilaporkan secara pidana oleh AMPKS di Polda NTT pada 2014, namun di SP3 kan karena tidak terbukti. Tak sampai disitu saja, pada Oktober 2017, AMPKS kemudian melayangkan gugatan ke PTUN Kupang. Hasilnya, gugatan itu ditolak.

Ia menambahkan, AMPKS kemudian kembali melayangkan gugatan ke PTUN Surabaya, namun lagi-lagi, vonis hakim malah menguatkan putusan PTUN Kupang. AMPKS akhirnya mengajukan kasasi.

“Saatnya publik harus tahu bahwa ijazah milik klien saya itu sah, tidak seperti yang selama ini tuduhkan,” tutur Ke Lomi.

Ke lomi menjelaskan, putusan MA itu mengadopsi melalui receptio pratice rumusan hukum rapat pleno kamar tata usaha negara (TUN) yang merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan SEMA RI Nomor 7 Tahun 2012 khususnya tertuang dalam rumusan hukum pada Nomor 9 yang merumuskan, dalam perkara perdata apabila gugatan dinyatakan NO berakibat penggugat masih dapat mengajukan gugatan baru. Dalam gugatan TUN tidak selalu berakibat demikian.

“Putusan itu sudah menyatakan, penggugat tidak bisa lagi mengajukan gugatan baru karena sudah mempunyai kekuatan hukum tetap,” jalas Ke Lomi.

“Kami bisa saja lapor balik rehabilitasi atau pemulihan nama baik, tetapi masih butuh waktu untuk didiskusikan,” tambah Ke Lomi.

Sementara itu Ferdinand Padja mengatakan, dengan adanya putusan kasasi, ijazah paket C yang diperolehnya dari Yayasan Hati Nurani itu benar-benar sah. (Pito Atu)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini