Home / Daerah / Pandemi Covid-19, Biara SSPS Halilulik Belu Gelar Aksi Bagi Masker

Pandemi Covid-19, Biara SSPS Halilulik Belu Gelar Aksi Bagi Masker

488 Kali dibaca
- Jajaran Biara SSPS Halilulik Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi bagi-bagi masker. (Foto:Ade Racel)
- Jajaran Biara SSPS Halilulik Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi bagi-bagi masker. (Foto:Ade Racel)

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Jajaran Biara SSPS Halilulik Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi bagi-bagi masker sebagai bentuk kepedulian dan upaya menyemangati warga untuk tetap tabah dan waspada hadapi situasi pandemi wabah corona, di Kabupaten Belu, Kamis (23/4/2020).

Aksi pembagian masker dipusatkan di Pasar Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar) dan sejumlah anggota polisi dan TNI setempat.

Sebanyak 350 masker habis terbagi, para suster-suster sebanyak 16 orang mendatangi masyarakat menyerahkan masker seraya memberi edukasi tentang pentingnya menggunakan masker di situasi wabah covid-19.

Pemimpin Biara Santa Theresia SSPS Halilulik, Suster Ines Amuntoda, SSPS usai membagikan masker mengatakan,  Aksi yang dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran wabah covid-19.

Suster Amuntoda menjelaskan, Aksi ini merupakan himbauan dari pimpinan SSPS Provinsi.

“Ini adalah kepedulian kami sebenarnya, dari Biara SSPS Halilulik, menindaklanjut himbauan dari pimpinan SSPS Provinsi,” ujarnya

Ia mengaku bahwa masker yang pihaknya bagi merupakan masker hasil buatan suster-suster SSPS di Atambua, sedangkan pihaknya SSPS Halilulik lebih dekat dengan masyarakat maka pihaknya melakukan distribusi.

“Apa yang di bagi hari ini adalah masker-masker yang di buat oleh suster-suster SSPS di Atambua,

kami yang ada di sini dekat dengan masyarakat kami bertugas untuk mendistribusikan. Ini sebatas 350 masker yang dibagi,” jelasnya.

Suster Amuntoda menambahkan, pembagian ini akan dilanjutkan lagi pada minggu depan, pasalnya animo masyarakat begitu besar untuk mendapatkan masker.

“Wujud kepedulian kami untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 yang saat ini sedang wabah di seluruh dunia, kita lakukan terus sampai wabah ini hilang,” tambahnya.

Sementara pembagian masker, pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat soal manfaat dari masker ini.

“Kemarin-kemarin kami melihat masyarakat sudah mendapatkan bantuan maskser tetapi ada yang tidak di pakai, sehingga kita minta mereka untuk pakai, sedangkan yang belum ada kita berikan kepada mereka,” pintanya.

Menanggapi soal banyaknya masyarakat yang masih melakukan kerumunan, dirinya mengatakan, Kesadaran masyarakat belum ada, pemerintah dalam hal ini belum tegas untuk mengawasi masyarakat.

“Padahal sudah ada warning dari pemerintah untuk jaga jarak, hindari kerumanan tetapi lihat kondisi pasar Halilulik soal jaga jarak, belum sama sekali, pemerintah harus tegas,” tegas  Amuntoda

Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Belu untuk lebih tegas lagi demi kesehatan pribadi dan kesehatan bersama.

“Saya minta kepada pemerintah kabupaten belu dan jajaran untuk turun ke desa desa untuk lebih tegas lagi demi kesehatan pribadi, kesehatan kita bersama,” harapnya kepada Pemerintah Kabupaten Belu.

Sementara itu salah satu pedagang, Rosalia mengaku senang karena mendapatkan bantuan masker.

“Dapat masker dari suster, senang, fungsi masker karena wabah sakit corona,” ujar Rosalia

Ade Racel

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini