Home / Ekbis / Panen Raya di Lahan 1700 Hektar, Petani Oepoli : Terima Kasih Kopdit Swasti Sari

Panen Raya di Lahan 1700 Hektar, Petani Oepoli : Terima Kasih Kopdit Swasti Sari

252 Kali dibaca
inbound4561220377183834186

Bagikan Halaman ini

Oelamasi, penanusantara.com – Para petani di Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang melakukan panen raya padi bersama Koperasi Kredit Swasti Sari Cabang Oesao di lahan seluas 1700 hektar, Sabtu (20/6/2020).

Panen tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena hasil panen padi yang dihasilkan sangat membanggakan.

Hal ini tidak terlepas dari peran Kopdit Swasti Sari sebagai lembaga jasa keuangan yang memiliki tujuan utama meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pemanfaatan koperasi secara maksimal.

Adrianus Naben, salah satu petani yang memanen hasil mengakui dalam sekali panen hasilnya 3 ton.

“Mulai menanam bulan Februari dan panen bulan Juni,” ungkap Naben.

Naben mengakui sangat terbantu dengan kehadiran Kopdit Swasti Sari karena diberi kemudahan dalam bantuan modal usaha untuk itu ia menyampaikan terima kasih.

“Setelah mendapatkan hasilnya baru kami angsur. Jadi setelah pinjaman kami diberi kelonggaran untuk tidak angsur. Pada saat panen dan hasilnya sudah ada kami mulai mengangsur kewajiban pada Swasti Sari,” kata Naben.

Naben berharap, selain modal Swasti Sari bisa memberikan bantuan alat-alat pertanian seperti traktor, mesin rontok, dan alat semprot untuk memperlancar usaha mereka.

“Dan kalau bisa Swasti Sari bekerja sama dengan dinas pertanian untuk membantu kami dalam pemberian pupuk serta obat-obatan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan, Yeremias Dethan yang mengakui kehadiran Kopdit Swasti Sari cukup membantu masyarakat dengan membantu modal usaha.

“Dulunya kami kesulitan meminjam di bank karena ada aturan-aturan perbankan yang kami tidak bisa penuhi tapi melalui Swasti Sari kami diberi kemudahan sehingga kami bisa bekerja dengan lancar,” tegas Dethan.

Manajer Kopdit Swasti Sari Cabang Oesao, Marselus Thobias Gero Tapobali mengungkapkan Swasti Sari membantu modal bagi para anggota yang selama ini memiliki kesulitan mendapatkan sumber dana untuk membantu memperlancar pekerjaan mereka.

“Masyarakat mengeluhkan ketiadaan modal untuk mengelolah lahan mereka. Kami hadir dan membantu menjawab kesulitan yang mereka hadapi,” ungkap Tapobali.

“Tahun ini kami hanya membantu modal. Tapi melihat potensi yang dimiliki petani di sini dengan hasil panen yang ada maka tahun depan kami akan membangun kerjasama dengan menyediakan alat-alat pertanian berupa mesin perontok padi, traktor. Selain itu kami juga akan menjalin kerjasama dengan dinas pertanian Kabupaten Kupang dalam penyediaan pupuk kepada petani dan obat-obatan untuk hama,” tambahnya.

Tapobali menjelaskan alasan Kopdit Swasti Sari hadir untuk membantu para petani di Oepoli karena hal ini merupakan produk program sektor rill di lahan seluas 1700 hektar.

“Untuk pertanian padi kami hanya khususkan di Oepoli. Tapi pertanian di bidang lain seperti Lombok dan cabe itu ada tempatnya di kecamatan Amarasi Timur. Dan sektor rill bidang kelautan yaitu rumput laut itu kami fokuskan di kecamatan Sulamu,” jelas Tapobali.

Ia berharap, melalui panen raya Swasti Sari akan membantu memasarkan hasil di Swasti Sari Mart.

“Saya pun akan membahas dengan seluruh karyawan untuk bisa memanfaatkan hasil panen ini untuk dikonsumsi terlebih dahulu agar dapat membantu para petani di sini,” tandasnya.

Menurut Tapobali, kehadiran Swasti Sari di wilayah Amfoang Timur mendapatkan respon luar biasa.

“Hal itu dibuktikan dengan pertumbuhan Kopdit Swasti Sari di wilayah ini, sejak dimulai tahun 2018 jumlah anggota yang bergabung sekitar 200 anggota. Sampai hari ini anggota yang sudah bergabung lebih dari 1200 orang,” pungkasnya. (*pn)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini