Home / Pendidikan / Pengurus Himboen Asal TTS Di Kupang Resmi Dilantik

Pengurus Himboen Asal TTS Di Kupang Resmi Dilantik

385 Kali dibaca
FB_IMG_1527354666550

Bagikan Halaman ini

Kota Kupang, penanusantara.com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Banam, Onam dan Oenam (Himboen) asal Kabupaten Timor Tengah Selatan resmi dilantik pada Sabtu (26/5/2018) di Hotel Brenton Kupang.

Acara Pelantikan dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi NTT, Aleta Cornalia Baun, Ketua Komisi III, DPRD Kabupaten TTS, Niko Sole dan Anggota DPRD TTS, Ruba Banunaek. Hadir pula pengarah Himboen, Emanuel Betty, Ananias Bees dan Leksi Salukh.

Ketua Komisi III, Niko Sole melantik Ketua Umum Himboen, Kekson Fole Salukh, Wakil Ketua, Jacky Carles Taek, Sekretaris Rido Seu, Bendahara, Rina Selan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Himboen Kupang, Kekson Fole Salukh menegaskan semangat dari pembentukan Himboen adalah bukan untuk menyaingi organisasi lokal asal Kabupaten TTS, tetapi untuk menjadikan sebagai wadah untuk menghimpun mahasiswa asal TTS tanpa memandang dari Amanuban, Amanatun dan Mollo.

“Gagasan pembentukan Himboen, bukan bersaing, tapi untuk dijadikan wadah saling mengenal dan belajar bersama bagi mahasiswa asal TTS, tanpa mengkotak-kotak siapa dia dari mana asalnya, karena kini bukan lagi harus membedakan dengan mengutamakan ego,” ungkapnya.

Dia menuturkan kehadiran Himboen mengakomodir semua mahasiswa asal Kabupaten TTS, karena di Kabupaten TTS banyak mahasiswa yang ada di Kota Kupang, datang dari berbagai suku dan latar belakang.

“Kami bentuk untuk akomodir saudara-saudari mahasiswa  yang bukan asli Kabupaten TTS, karena di soe ada beragam suku yakni Flores, Sabu, Sumba, Manado, Alor dan Rote.Kami hadir untuk semua TTS,” ujarnya.

Dia menyampaikan Himboen adalah organisasi independen yang tak bisa diintervensi oleh pihak manapun. Contohnya, kehadiran tiga dewan bukan untuk kepentingan politik tapi semangat pembangunan Kabupaten TTS.

“Bukan hadir disini untuk berpolitik, tapi begitu nanti ada persoalan pasti kita akan ingatkan dengan cara kita disini. Jadi bukan karena pembina lantas kita tidak bisa koreksi,” ucap Kekson dalam sambutannya.

Mahasiswa asal Politeknik Kupang ini menegaskan bahwa wadah yang dibentuk bukan berarti mahasiswa yang bergabung lupakan tujuan utama datang sekolah.

“Saya tegaskan kami belajar mengembangkan diri disini, tapi kuliah kami juga akan jalan.Sukses berorganisasi sukses sekolah,” tegas Kekson

Mewakili Sinior, Eman Betty menyampaikan bahwa berorganisasi bukan berarti melupakan sekolah, tapi bagaimana membagikan waktu untuk berorganisasi dan kuliah.

“Wadah ini bukan untuk tidak kuliah, tapi buktikan selesai kuliah, seperti kami  berorganisasi dulu,selesai kuliah,” ujarnya.

Sementara itu, tiga pembina Himboen Kupang yang hadir di antaranya Nikodemus Sole, Aleta Baun dan Ruba Banunaek dalam setiap sambutan menegaskan bahwa peran pemuda dalam organisasi itu sangat penting. Lantaran dengan adanya organisasi mahasiswa sebagai tulang punggung bangsa dapat menyiapkan diri sebagai kader pemimpin masa depan.

Emond Yabe, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini