Home / Daerah / Perayaan Malam Natal di Kapela Oetfo Berjalan Secara Khidmat dan Aman

Perayaan Malam Natal di Kapela Oetfo Berjalan Secara Khidmat dan Aman

392 Kali dibaca
IMG_20191225_002453

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Peryaan Misa Malam Natal di Gereja Kapela Oetfo, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar) Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan secara khidmat dan aman. perayaan malam Natal di gereja ini kurang lebih di hadiri ratusan umat.

Masyarakat yang mulai memadati lingkungan Gereja Kapela sejak jam 18.00 wita, sudah menempati area di sekitar gereja. Prosesi perayaan misa malam natal berlangsung sekitar satu setengah jam.

Umat yang hadir dengan hikmat dan tenang mengikuti perayaan ekaristi menyambut kelahiran sang Juru Selamat ke dunia. Dengan tema Natal 2019. “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang”.

Peryaan di mulai dengan drama sederhana yang di lakoni oleh sepasang pemuda dan pemudi berperan sebagai Yoseph dan Maria.

Pada drama itu, Yoseph dan Maria menceritakan saat di usir hingga menemukan sebuah Kandang dan Melahirkan Putra mereka sang juru selamat.

Misa malam Natal Dipimpin oleh Pater Marsel. Di awali Khotbannya, Pater Marsel menyakan kepada seluruh umat apakah senang atau tidak merayakan Natal di sini.

“Senang Pater,” jawab umat

“Malam ini kita di sini untuk meryakan kelahrian juru selamat,” ujar Pater.

Romo pun menceritakan kisah pengalamannya saat di minta memimpin ibadat syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) seorang gadis yang berusia ke 17 tahun.

“Menceritakan kisah, dua hari yang lalu saya di undang untuk memimpin ibadat seorang gadis yang Berulang Tahun ke 17, Gadis berharap saya datang, dia menelpon saya bilang mat siang bai sudah pimpin misa di oetfoh ka, saya bilang saya tidak memimpim misa di Oetfo tapi di Paroki tapi ini sudah selesai, di saat sore hari saya ke rumah untuk ibadat ternyata belum ada persiapan apa-apa,” ceritanya pengalaman.

Usai menceritakan pengalaman itu, Pater Marsel dalam khotbanya mengatakan Selama masa advent sudah mempersipakan diri dan malam ini menerima dia sebagai bayi mungil yang tidak berdaya. Berbeda dengan orang dewasa, memaknai Natal tidak harus selalu melihat yang hebat dan spektakuler.

Di akhir perayaan misa Pater Marsel menyampaikan bahwa Peryaaan Natal semua harus bahagia.

Dirinya menyampaikan terima kasih kepada semua umat, dua orang suster yang telahmembantu dirinya membagikan komuni kudus. (ar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini