Pertama di NTT, SMK 3 Maumere Terapkan Pemilihan Ketua Osis Ala Pilkada

  • Whatsapp
Surat Suara Pemilihan ketua Osis
banner 468x60

Maumere, Penanusantara.com- Baru pertama kali terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menerapkan sistim demokrasi yang hamper serupa dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Seperti yang terjadi di SMK 3 Maumere, kabupaten Sikka, tergambar pada pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tanggal 2 November 2016. Proses pemilihan calon Ketua OSIS SMK 3 Maumere membutuhkan waktu yang sangat panjang. Dimulai dari pada saat siswa siswi yang berminat menjadi Ketua OSIS harus mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Latihan Dasar Kepemimpinan Lanjutan (LDKL).

Read More

banner 300250

Setiap calon harus dilihat dari sisi kehadiran, ketrampilan, visi misi dan nilai akademik maupun non-akademik. Lebih uniknya lagi, tidak hanya kelas 11 yang mencalonkan diri sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Tapi ada beberapa kelas 10 yang mendaftar dan berhasil lolos menjadi Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS.

Menjadi menarik dalam pemilihan ketua Osis, ada tiga paket yang siap bertarung dalam pemilihan ini. Ada Sonia, Marlis, dan Paket Haser mengusung Renya dan Yoga. Pemilihan ketua OSIS dilaksanakan secara langsung, bebas, dan rahasia dengan cara mencoblos gambar calon yang dipilih, yang puncaknya akan dilaksanakan hari selasa, tanggal 2 november 2016 secara serempak di Aula SMK 3 yang beralamat di jl ahmad yani no 17 kec alok timur.

Proses pemilihan seperti pemilihan umum di mana setiap siswa dan guru memiliki suara untuk menentukan calon ketua OSIS dengan menuliskan salah satu calon kandidat dalam kertas suara. Setelah pencoblosan, kertas suara dimasukkan dalam kotak suara yang sudah kami siapkan.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK N 3 juga merasa bangga akan pembelajaran anak didiknya dalam berdemokrasi.

“Sebagai ajang pembelajaran berdemokrasi sejak dini, puluhan siswa SMK 3 menggelar pemilihan ketua OSIS dengan model pemilihan umum (Pemilu) lengkap dengan KPU dan Panwas-nya.

“Siswa harus memiliki tanggung jawab besar bagi sekolah. Oleh karena itu, seorang ketua OSIS haruslah benar-benar kompeten untuk mengatur organisasi ini untuk dapat mewujudkan visi-misi sekolah, ungkap kepsek (2/11). (*/Timur)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *