Home / Daerah / Pesta Perak, KMK St Agustinus Fisip Undana Gelar Diskusi Publik

Pesta Perak, KMK St Agustinus Fisip Undana Gelar Diskusi Publik

266 Kali dibaca
IMG-20190425-WA0040

Bagikan Halaman ini

Kota Kupang, penanusantara.com – Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Nusa Cendana Kupang, menggelar diskusi publik dengan tema “Setelah Kemenangan”.

Diskusi yang diselenggarakan di Gedung Lamanen, Jln Adisucipto Penfui pada Kamis, 25 April 2019, ini diadakan untuk menyambur HUT KMK ke 25 atau Pesta Perak.

Diskusi ini juga menghadirkan pemateri Didimus Dedi Dhosa, Direktur Eksekutif Insitute Sophia Kupang dan Umbu Wulanh, Direktur Walhi NTT.

“Kita mesti menggelar diskusi begini secara intens agar suatu ketika, kekuasaan oligarki di NTT bisa dilawan atau dimusnahkan”, jelas Dedi, Akademisi asal Unwira Kupang.

Dalam pemaparannya, Dedi bahkan menyebut, Pemilu 2019 17 April lalu, masih memunculkan nama-nama dan wajah lama yang menguasai modal dengan basis ekonomi yang kuat.

“Saya sebut saja, ada banyak potret the power emak-emak yang mewarnai konstalasi politik NTT. Ada istri dari Walikota Kupang yang maju sebagai Calon DPD RI, istri dari Bupati TTU, Calon DPR RI, istri dari Gubernur NTT, calon DPR RI Partai Nasdem, Bupati Rote Ndao yang sekarang, yang adalah istri dari Bupati sebelumnya”, jelas Dedi.

Lanjutnya, seolah-olah, yang mereka yang punya modal dan kuasa yang sanggup mengatur strategi merebut kekuasaan di NTT.

Sementara, Umbu Wulang, direktur Walhi NTT, Menyebut beberapa contoh kuasa oligarki yang ada di NTT.
Bahkan, ujar dia, deretan nama yang masuk dalam peserta Pemilu 2019, adalah mereka yang sebelumnya jadi pemain utama dalam berbagai ijin tambang yang membuat hasil kekayaan NTT raib dibawah keluar dan hanya milik segelintir orang.

“Kita ini kaya tidak miskin. Ada tambang emas, mangan, dan lainnya. Tapi hasilnya dimana ? Kita tetap miskin”, tegasnya.

Umbu menyarankan, agar fakta miris soal jejak calon pemimpin NTT ini, harus senantiasa didiskusikan dan menjadi bahan perbincangan masyarakat NTT.

“Kalau kalian misalnya, orang tua di Kampung, semua kita biicarakan soal rekam jejak mereka ini, makan bukan tidak mungkin kekuasaan mereka bisa dilawan,” tutupnya.

Pantauan media ini, usai diskusi diadakan missa syukur pesta Perak KMK St Agustinus Fisip Undana dan selanjutnya acara fraternitas.

Pito Atu

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini