Home / Opini / Puisi-puisi Yunita Indriani Jelahut

Puisi-puisi Yunita Indriani Jelahut

312 Kali dibaca
Foto : Yunita Indriani Jelahut. Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia-Undana
Foto : Yunita Indriani Jelahut. Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia-Undana

Bagikan Halaman ini

Kasih Sebatas Doa

Rerumputan tertawa geli padaku saat itu

gumam gemuruh cemoohannya menggema dalan sanubari

Berharap ia tak serius memandangku penuh curiga

setiap doa untukmu dipahaminya sebagai kekalahanku atas senja

 

rengekan kalbu pada semesta seakan sirna

tak pelak tinggalkan ampas penuh tanya tentangmu

kasih dan sayang tak bisa beralih semudah mimpi mimpi kita

lereng terjal bukit batu karang masih menemani bait doa untukmu

 

Kasih sebatas doa yang tak lekang oleh waktu

menjawab semua dilema dan galau karena perginya dirimu

cuitan pipit dan gonggongan anjing pun tak lagi terdengar ngawur

doa untukmu masih abadi sepanjang musim

 

senja yang kian panjang menanti mu di kaki bukit

menghantarkan aku pada nostalgia masa kita ikrar setia

entahlah seruan hati ini jau tau atau tidak sayang

kupastikan saja inilah lampiran doaku setiap senja

 

air mati yang menghantarmu pergi masih saja bertamu

di atas bukit batu karang ini kulampiaskan sesal dan marah

ku kirimkan doa tentang janji janji kita saat ikrarkan setia

kasih sebatas doa berharap menghampiri membersihkan debu dusta terhadap takdir

 

kasih sebatas doa menjauh pergi sejauh rasa rindu ini

kini aku sendiri menatap langit tak berawan berharap kau jadi bagian gemintang di cakrawala

bunga, coklat dan cenderamata terakhir dirimu kini jadi penunggu hampa ruang rinduku

terima kasih cinta luka yang menhadijan aku pujangga dalam doa karena cinta padamu

 

Cinta abadi

 

Sakramen peneguh iman pewarna cinta nan abadi

Dilantunkan semesta meski dunia terlelap dalam kelana bagai musafir cinta

Di antara duka dan dusta menuju maut di kala fajar merekah

Akan ku baca surat cinta malam terakhir bersama para kekasih

 

Cara baru telah diperbaharui demi warta gembira bagi semesta

Aku yang terlelap kini riang gembira karena cinta mu yang abadi

Para raja merunduk rendah pada mu sepanjang hayat di kandung badan

Sembilu penuh tanya tak terusik biar gemuruh mengguncang dunia

 

Cinta Mu yang kian menanjak mengajak luka beralih labuh

Tanpa lirih ku sujud sembah di bawah labirin suci

Lagu gembira nan suci ku lantinkan demi cintaMu yang abadi

Untuk Mu yang bertahta mulia di altar suci sang raja ku beri hatiku

 

Sungguh, aku hamba dan puteri sahaya mu berjingkrak gembira

Aku terbuai di kala sabda nan suci menyapa kalbu di awal hari

KemasyuranMu mengatasi langit dan keagunganMu menguasai bumi ya raja maha tinggi

Ku nyanyi dan bersenandung hosana putera Daud karena ketulusan cinta dan abadi

 

Sakramen bukti cinta bapa dalam anak yang agung

Karena cinta tak terhingga kau sediakan hidangan bagiku di kala fajar menyingsing

Berbelas kasih lah ya Tuhan karena kebaikan hati dan cinta Mu

Dan kini gembira ku kian menanjak menuju suara

Tak lagi ku dekan sengsara dan nestapa menuju peraduan sang raja

 

Tantum ergo sacramentum veneremur cernui et anticuum documentum

Terpujilah nama Tuhan pencipta langit dan bumi yang kini tempat mu berpijak

Aku akan wartakan cintaMu yang abadi hingga pelosok negeri jiran

Dan terpujilah namamu Tuhan pencipta alam raya

 

Demi cinta abadi ku beri diri merunduk rendah saat kau berkuasa meneriaki moderator

Cinta dan pengabdian menohok hati dan menghujam kalbu

Tak lagi maut mengintip hendak menjemput menuju paradise

Cinta abadi hingga maut mengantarkan jiwa dan raga padaMu

 

TORA BIKA DAN SEBUAH ISYARAT

 

Gerah…

Iklim tropis panas berdebu sepanjang katulistiwa

Penuntun setiap kedipan mata

Derap langkah kaki ria riuh para calon sarjana

Menggerogoti jiwa dan raga pecinta kopi

 

Tora Bika dan sebuah isyarat

Berhembus dari tenggara

Kusangka aroma rexona

Namun sebuah isyarat mengikuti tatapan mata

 

Tora Bika dan sebuah isyarat

Memberi kesan bahwa kau elang bermata  nuri

Menemaniku menghabiskan secangkir kopi pahit

Memberi udara segar dan nyaman pada setiap tatapan mata

 

Binatang liar seliar nalar dan angan

Menyisakan ampas Tora Bika dan sebuah isyarat

Nikmat dan indah saat kau menoleh manja dan sinis

Apakah ini simpul ombak asmara binatang liar?

 

#Renungkanlah

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini