Home / Ekbis / Resmikan Bendungan Raknamo, Jokowi : Problem Utama NTT Adalah Air

Resmikan Bendungan Raknamo, Jokowi : Problem Utama NTT Adalah Air

260 Kali dibaca
IMG-20180110-WA0057

Bagikan Halaman ini

Oelamasi, penanusantara.com – Setelah sempat tertunda dari jadwal yang telah direncanakan sebelumnya, yakni akhir tahun lalu akhirnya hari ini, Selasa,(09/02/2018) Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi meresmikan bendungan Raknamo yang bertempat di Desa Raknamo Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang.

Peresmian Bendungan yang menyerap anggaran mencapai 760 milyar dengan memiliki daya tampung mencapai 14 juta meter kubik tersebut ditandai dengan pengisian air ke dalam bendungan.

Jokowi dalam Sambutannya di sela – sela acara peresmian mengatakan bahwa Bendungan Raknamo merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT dan pertama di resmikan untuk mengatasi kelangkaan air.

Enam bendungan lainnya adalah Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Flores, Bendungan Kolhua di Kota Kupang, dan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan Hari ini kita semua masyarakat Kabupaten Kupang, masyarakat NTT bersukacita dan berbahagia sekali karena Bendungan Raknamo yang dinanti-nantikan sejak lama sudah akan segera dimulai proses pengisian airnya.

Jokowi Juga berharap dengan adanya Bendungan Raknamo dapat menjadi jawaban dari permasalahan yang dialami masyarakat NTT, khususnya Kabupaten Kupang yakni, kelangkaan air di musim Kemarau.

“Problem utama di NTT sebenarnya hanya satu, kalau bisa kita selesaikan yaitu air. Di sudut manapun NTT ini, kalau bisa menyelesaikan masalah air maka kesejahteraan, kemakmuran ekonomi pasti akan naik,” ucap Mantan Gubernur DKI ini.

Dalam sambutannya, Jokowi juga mengapresiasi kerja cepat yang dilakukan seluruh pihak dalam proses pembangunan Bendungan Raknamo.

Mengingat hanya dalam waktu tiga tahun dari yang di targetkan empat tahun sejak dicanangkan pada tanggal 20 Desember 2014, Bendungan Raknamo sudah selesai dibangun dan siap untuk digunakan.

“Alhamdulillah pembangunan Bendungan Raknamo berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Sekali lagi ini tentu hasil kerja keras siang dan malam dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, kerja keras dari Pak Gubernur dan seluruh bupati dan wali kota yang ada di sekitar bendungan ini,” ungkap Jokowi

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan bahwa Bendungan Raknamo memiliki sejumlah fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar bendungan, diantaranya menghasilkan air baku sebanyak 0,1 meter kubik per detik, menghasilkan listrik sebesar 0,22 MW, hingga irigasi 1.250 hektar sawah.

“Sehingga masyarakat merasakan manfaat dari jaringan irigasi yang ada. Dan air itu mengalir dan dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitasnya di sawah-sawah mereka,” ucap Jokowi

Selain meresmikan Bendungan Raknamo, Jokowi juga meresmikan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara dan PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka pada saat yang bersamaan.

Jokowi juga berharap pemerintah daerah bersama masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar bendungan maupun kawasan perbatasan.

“Saya titip pada Pak Gubernur, Pak Bupati, dan juga masyarakat sekitar bendungan dan perbatasan untuk ikut menjaga, merawat infrastruktur ini dengan baik,” tambah Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya beserta sejumlah Bupati dan Walikota Kupang.

Armand Hote, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini