Home / Daerah / Sebelum Launching SIG-KAFM, Panitia Gelar Workshop

Sebelum Launching SIG-KAFM, Panitia Gelar Workshop

158 Kali dibaca
IMG-20180601-WA0010

Bagikan Halaman ini

Ruteng, penanusantara.com – Berbagai rentetan kegiatan yang disajikan oleh panitia penyelenggara Launching Sertifikasi Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Manggarai (SIG-KAFM).

Sehari sebelum acara puncak, panitia penyelenggara adakan kegitan workshop pada Rabu, 30 Mei 2018 pukul 15.00 wita yang bertempat di Aula Revaya Jalan Ranaka kelurahan Carep Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai.

Dalam acara tersebut turut hadir Bupati Manggarai, DR. Deno Kamelus SH MH, Wakil Bupati Manggarai Drs. Viktor Madur, Wakil Bupati Manggarai Barat  Maria Geong Phd,Plh, Dandim 1612 Manggarai Mayor inf Paulus Mbomba Djie, Kasat Samapta Polres Manggarai
Iptu Rorbertus Tija, Mantan Bupati Manggarai Drs Anton Bagul Dagur Msi,

Selain itu Workshop ini dihadiri oleh Kemenkumham RI, Valentina Stefani SH MH, Dirjen Merek dan Indikasi Geografis  Idris ST.Msi, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah Kementrian Dalan Negeri RI, Drs Nyoto Suwingnyo MM, Kasubdit Pengembangan Produk Lokal Direktorat Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementrian Perdagangan RI, Yasir Nussa, Asisten Administrasi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi NTT Ir. Alexander Sena.

Direktur SNV Isnene R.A.C Staplers, Direktur VECO/RIKOLTO Peny Agus Jono, Puslit Koka Jember Ibu Niken, Ketua LSM Ayo Indonesia Manggarai, Tarsi Hurmali, Kadis Pertanian Kabupaten Manggarai Timur Silvester Jerabat, Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat, para Camat/Lurah dan Kepala Desa Kabupaten Manggarai, Para penggiat masyarakat perlindungan Indikasi Geografis.

Bupati Manggarai Deno Kamelus dalam presentasi materi, ia mengajak kepada seluruh pihak untuk mendukung para pedagang dan petani kopi di Manggarai.

Dalam pemaparan materinya Bupati Deno menjelaskan bahwa hasil penilaian dari berbagai komponen kopi  Arabika Manggarai itu berkualitas.

Ia berharap, workshop ini sebagai langkah awal dalam mendukung, memajukan dan mensejahterakan petani kopi di Manggarai. Sehingga  kata dia, misi memajukan ekonomi masyarakat dapat tercapai.

Pada kesempatan itu, Bupati Deno menyinggung soal program prioritas dalam mendukung sektor pertanian antara lain: Peningkatan pendapatan petani melalui  Simantri, Perkembangan luas areal dan Produksi kopi di Manggarai. Namun ia mengakui hambatan dalam produksi kopi adalah Pemasaran

Sementara Valentina Stefani SH MH Dirjen HAKI Kemenkumham menjelaskan dasar hukum Sejarah Indikasi Geografis (SIG) Indonesia.

Dihadapan 300 peserta, ia menjelaskan bahwa SIG itu diatur dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2016.

Perlindungan Indikasi Geografis dalam rangka mendorong perekonomian Daerah. Indikasi Geografis yang telah diakui oleh Pemerintah. Pengawasan Indikasi Geografis Indonesia terdaftar berdasarkan sektor strategi peningkatan Produktivitas dan staregi peningkatan mutu.

Di sela itu, Valentina menyampaikan cara  menjaga oraginalitas dan kualitas produk sesuai buku panduan dan fungsi label/Logo Indikasi Geografis, Jangka waktu perlindungan Indikasi Geografis serta ancaman Pidana setiap orang yang dengan tanpa hak penggunaan tanda Label tersebut.

Sedangkan Peny Agus Jono, Direktur VEKO memaparkan keberadaan produksi kopi di Indonesia, skementasi pasar, masa depan kopi Indonesia dan cara mengatasi tantantangan.

Untuk diketahaui dalam acara work Shop ini LSM Ayo Indonesia dan  Asnikom Manggarai berbagi pengalaman dalam mendampingi para petani kopi.

Kons Hona, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini