Home / Daerah / Sejauh Kaki Melangkah, Rumah dan Keluarga Adalah Tempat Terindah Untuk Kembali

Sejauh Kaki Melangkah, Rumah dan Keluarga Adalah Tempat Terindah Untuk Kembali

418 Kali dibaca
Maria Triyanti Atok
Maria Triyanti Atok

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Rumah dan keluarga selalu menjadi tempat ternyaman bagi kita. Sejauh apapun kita pergi, seindah apapun tempat yang kita kunjungi, rumah dan keluarga tetap menjadi tempat paling indah untuk kita kembali.

Itulah yang dirasakan Maria Triyanti Atok, mahasiswa Semester V Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Kerinduannya untuk berkumpul bersama keluarga di Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya terwujud, setelah hampir tiga tahun lamanya dipisahkan oleh jarak.

Kebahagiaan yang dirasakan Yanti -sapaan karib Maria Triyanti Atok- kian lengkap lantaran bisa melewatkan sukacita Natal dan Tahun Baru bersama orang-orang tercinta seperti bapak, mama, kakak dan adik, keponakan, serta keluarga besar lainnya.

“Saya bersyukur karena kerinduan untuk berkumpul bersama keluarga akhirnya terwujud di momen natal dan tahun baru kali ini,” ujar wanita kelahiran Laletehedan, 12 Desember 1998 itu.

“Melewatkan malam pergantian tahun bersama orangtua dan keluarga merupakan momen yang spesial. Benar-benar indah karena beberapa tahun belakangan ini saya tidak melewatkan momen spesial ini bersama keluarga,” sambung Yanti.

Tak hanya menikmati kebersamaan bersama keluarga, Yanti juga memanfaatkan liburan dengan mengunjungi beberapa destinasi wisata di kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste (RDTL) itu. Dari sekian banyak destinasi wisata, ada satu destinasi wisata rohani yang sungguh membuatnya penasaran yakni Patung Bunda Maria yang terletak di Teluk Gurita Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak. Bagaimana tidak, banyak foto sahabatnya berseliweran di media sosial dengan latar belakang patung Bunda Maria setinggi 32 meter.

Maria Triyanti Atok saat mengunjungi Patung Bunda Maria di Teluk Gurita, Atambua Belu

Maria Triyanti Atok saat mengunjungi Patung Bunda Maria di Teluk Gurita, Atambua Belu

“Orang dari luar daerah (Belu, red) saja sudah sampai, masa saya yang adalah anak asli Belu belum sampai ke tempat yang luar biasa itu? Dan puji Tuhan, liburan kali ini bisa mengobati kerinduan saya untuk melihat dari dekat karya yang agung itu,” sebut Yanti seraya mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Belu dalam menata dan memberdayakan segala potensi pariwisata di daerah tersebut.

Selain mengunjungi destinasi wisata rohani Patung Bunda Maria di Teluk Gurita, Yanti bersama keluarga juga mengunjungi beberapa pantai yang tentunya tidak kalah indah dengan pantai-pantai di daerah lain. Dan di sepanjang perjalanan, Yanti tak lupa menikmati berbagai olahan kuliner.

Maria Triyanti Atok saat menikmati keindahan Pantai Berluli, Atambua - Belu.

Maria Triyanti Atok saat menikmati keindahan Pantai Berluli, Atambua – Belu.

“Rutinitas harian membuat mata kita buta dalam melihat keindahan hidup. Liburan menyadarkan kita akan indahnya hidup ini. Nikmati saja hari liburmu, memikirkan hari esok yang belum terjadi secara berlebihan hanya akan membuatamu lupa mensyukuri hari liburmu,” tutup Yanti. (ar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini