Home / Pendidikan / Seminar Sehari KMK Fisip Undana, KPU NTT Bagikan Payung Penghadang Anti Hoax

Seminar Sehari KMK Fisip Undana, KPU NTT Bagikan Payung Penghadang Anti Hoax

287 Kali dibaca
IMG-20180310-WA0109

Bagikan Halaman ini

Kota Kupang, penanusantara.com – Keluarga Mahasiswa katolik (KMK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengelar seminar sehari dengan tema Dinamikan Politik Jelang Pilgub NTT yang berlangsung di aula kampus FISIP, Sabtu (10/03/ 2018).

Seminar Sehari tersebut dengan mengadirkan Pengamat politik Undana Dra. Balkis S. Tenof, M Hum, Staf ahli dari Bawaslu Mikael Faka SM. MH, komisioner KPU, Drs. Yosefat Koli.

Ketua Panitia Christa A. F. Asuk, dalam sambutanya mengatakan, Dengan melihat berbagai isu publik yang mewarnai dunia politik saat ini, maka KMK memiliki niat untuk mencari dan menyelusuri lebih dalam mengenai gejolak dinamika politik yang kian marak terjadi di NTT.

“Semoga seminar ini dapat memberikan pengetahuan dan membuka pikiran kita untuk terlibat aktif dalam melihat kondisi demokrasi di NTT yang tentunya membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua umum KMK Fisip Undana Enjel Bombol mengatakan bahwa sebagai mahasiswa sekarang ini lebih merujuk pada politik praktis oleh karena itu seminar ini diselenggarakan dengan tujuan Agar fungsi mahasiswa sebagai kontrol sosial lebih difungsikan lagi. Karena akhir-akhir ini justru yang menyebarkan berita – berita Hoax adalah kaum intelektual dalam hal ini adalah mahasiswa.

“Kami melihat mahasiswa sekarang lebih merujuk pada politik praktis, oleh karena itu KMK sengaja menyelenggarajan ini agar fungsi mahasiswa sebagai kontrol sosial lebih difungsikan lagi. Karena akhir akhir ini justru yg menyebarkan berita – berita Hoax adalah kaum2 intelektual dalam hal ini adalah mahasiswa,” jelasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) usai seminar memberikan payung kepada peserta seminar sehari tersebut. Para peserta seminar yang ingin mendapatkan payung serta kelender KPU harus berhasil menjawab pertanyaan dari komisioner KPU NTT Drs. Yosefat Koli.

Pertanyaan yang diberikan oleh Yosefat Koli ini berkaitan dengan pemilihan gubernur NTT mendatang.

Kepada perserta Yosafat mengatakan bahwa payung yang dibagikan mempuyai filososi sendiri, yakni untuk mengadang anti hoax, anti politisasi SARA, anti money politic.

“Sebenarnya payung ini punya filososinya sendiri diantaranya untuk menangkis politik sara, politisasi sara dan anti hoax,” jelas Yosafat.

Salah satu peserta seminar Yohani Theresia Supardi mengaku sangat puas dengan kegiatan yang di laksanakan oleh organisasi ini, karena dalam kegiatan tersebut dia dapat mengetahui aturan-aturan yang di buat oleh KPU.

“Saya sangat puas sekali dengan kegiatan di hari ini saya bisa ketahui ternyata ada beberapa aturan yang di buat oleh KPU dan saya juga ketahui tugas dari BAWASLU itu sendiri,” ungkap Hanny.

Emond Yabe, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini