Home / Polkam / Sesama Politisi Jangan Saling Ganggu

Sesama Politisi Jangan Saling Ganggu

273 Kali dibaca
13735_11761_ilus-jati-diri

Bagikan Halaman ini

Selasa, 17 Des 2018. By Munir

penanusantara.com – Kalau kamu ganggu orang, pasti kamu diganggu juga. Itu bahasa sederhananya. Oleh karena itu, sesama politisi atau praktisnya, sesama kontestan pemilu, jangan saling ganggu.

Kalau pernah belajar fisika dulu semasa SMP, pasti kamu tahu itu hukum Newton 3. Bahwa gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris.

Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya.

Sebagaimana yang kita sadari perlahan-lahan, bahwa politik hari ini adalah suatu fisika terapan. Suatu aksi politik yang kamu lancarkan pada seseorang, maka reaksi dengan nilai yang sama akan kamu dapat. Sebagaimana rumus hukum Newton 3 F aksi = F reaksi.

Agar lalulintas demokrasi lancar dan aman sentosa, maka sebaiknya para politisi walkhusus para Caleg, jangan saling mengganggu. Sebab kalau sudah mulai saling mengganggu, maka itu bisa berabe.

Kalau sudah saling mengganggu, maka pasti saling mengorek borok masing-masing. Tinggal rakyat menimbag-nimbang, siapa yang boroknya paling amis. Tinggal rakyat menimbang-nimbang, siapa yang boroknya paling merugikan rakyat.

Ini demokrasi langsung. Jadi rakyat hanya menilai apa yang bersangkut paut dengannya secara konkret. Apa yang membuat mereka paling rugi. Sederhana saja. Tidak rumit-rumit.

Oleh sebab itu, sebaiknya, pemilu kali ini kita jalalani dengan “friendly democracy.” Atau demokrasi yang kinship atau penuh kekerabatan.

Ingat, pemilu nanti itu jatuh pada April 2019. Bulan dimana para petani ladang berpesta panen penuh sukacita menanti hasil kerja selama empat bulan lamanya.

Meski kita tahu, bahwa Di bulan Januari – Februari 2019, hujan dan badai berada pada siklus musiman. Tapi kita harus menjadi air yang teduh di teluk. Adem dan menawan. Meski dangkal dan banyak reptil predator di dalamnya.

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini