Simpatisan Sahabat Tidak Mencapai 20.000 Orang Saat Aksi Damai

  • Whatsapp
Massa simpatisan paket Sahabat saat aksi damai di depan kantor Panwaslu Kota Kupang
banner 468x60

Kota Kupang, Penanusntara.com- Sesuai undangan yang diterima media ini bahwa akan digelar aksi damai yang dihadiri sebanyak 20.000 orang massa aksi yang mana akan melagsungkan demonstrasi di kantor panitia pengawas pemilu (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota kupang.

Namun pantauan media ini, kamis (10/11), sejak pukul 09.00 wita di kantor DPD 1 Golkar NTT hingga aksi demonstrasi selesai massa yang mengikuti demontrsi tersebut hanya sekitar 250-an orang. Hal tersebut terkesan sebagai ancaman atau menakut-nakuti masyarakat Kota Kupang, tetapi kenyataannya tidak seperti kenyataan.

Read More

banner 300250

Seperti diketahui undangan yang diterima media ini pada rabu (10/11) kemarin malam bahwa pada pukul 08.30 wita akan dilagsungkan aksi damai yang mana konsentrasi awal massa pendukung Sahabat yang dipersiapkan sebanyak 20.000 orang yang dilakukan di kantor DPD 1 Partai Golkar NTT, selanjutnya massa akan berjalan kaki menuju kantor KPU kota dan Panwaslu.

Berbeda, Rombongan massa memulai aksi demonstrasi dari kantor DPD 1 Partai Golkar NTT menuju kantor Panwaslu kota hingga menghakiri aksi damai di kantor KPU kota dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat atau tidak berjalan kaki.

Kehadiran massa aksi ke kantor Panawslu menemui 3 orang komisioner Panwaslu dan 5 orang komisnioner KPU di kantor KPU untuk menyikapi keputusan panwaslu pada tanggal 07 november 2016 yang dianggap merugikan pasangan calon Sahabat nomor urut 2.

Namun saat berada di kantor panwaslu, massa aksi tidak dapat menemui 3 komisioner panwaslu, sedangkan perwakilan paket sahabat yang dipimpin Anggota DPRD Kota kupang Zetyo ratuarat yang sempat masuk dalam kantor untuk menemui lagsung kembali keluar.

Sementara itu, di kantor KPU kota, massa aksi diterima oleh sekretaris KPU kota, sedangkan kelima komisioner KPU tidak berada ditempat.

Zetyo Ratuarat saat diwawancarai media ini mengatakan, Pihaknya sangat kecewa dengan keputusan Panwaslu pada tanggal 07 november 2016 yang lalu yang mana ingin mendiskualifikasi paket Sahabat dari perhelatan pilkada tahun 2017 mendatang.

“Secara hirarki Panwaslu diangkat oleh banwaslu provinsi, sedangkan bawaslu NTT diangkat oleh Banwaslu pusat, jadi itu artinya surat Bamwaslu pusat menjadi wajib dilaksanakan oleh Panwaslu kota kupang, sehingga ini kami minta yang adil lah,” ujar Zetyo. (Pito)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *