Home / Daerah / Soal Bantuan 12 Unit Mobil Kepada Tokoh Agama di Malaka, Ketua ARAKSI : Ada Efek Dugaan Korupsi

Soal Bantuan 12 Unit Mobil Kepada Tokoh Agama di Malaka, Ketua ARAKSI : Ada Efek Dugaan Korupsi

965 Kali dibaca
Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) Alfred Baun. (foto:ist)
Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) Alfred Baun. (foto:ist)

Bagikan Halaman ini

Betun, penanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Malaka memberikan 12 unit mobil untuk tokoh agama di kabupaten Malaka, pemberian mobil itu mendapat sorotan dari berbagai pihak, Meskipun Kebijakan itu disepakati bersama antara Pemkab Malaka dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malaka.

Mobil tersebut disumbangkan kepada 10 Gereja Paroki Katolik, 1 Gereja GMIT dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka.

Ini merupakan bantuan hibah mobil operasional dari Pemerintah Kabupaten Malaka. Anggarannya diperkirakan mencapai 4,2 Miliar rupiah.

12 mobil Toyota Rush keluaran terbaru, terparkir rapi di halaman Kantor Bupati Malaka, sebelum dibagikan untuk 12 lembaga agama di Malaka, Senin (03/08/2020). (Frido: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)

12 mobil Toyota Rush keluaran terbaru, terparkir rapi di halaman Kantor Bupati Malaka, sebelum dibagikan untuk 12 lembaga agama di Malaka, Senin (03/08/2020). (Frido: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)

Seperti yang disampaikan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) Alfred Baun bahwa pemberian 12 mobil itu sangat-sangat tidak substantif, seharusnya Pemda Malaka lebih mempeehatikan masyarakat miskin, infrastruktur dan kesehatan.

Sangat-sangat tidak substansif, Seharusnya Pemda Malaka lebih memperhatikan masyarakat miskin, infrastuktur dan kesehatan,” ujar Alfred melalui sambungan telepon, Sabtu, 08 Agustus 2020.

Menurut Alfred, Pemda Malaka seharusnya memperhatikan kesejahteraan rakyat malaka, bukan belanja yang mewah-mewah.

“Malaka yang kurang lebih baru bertumbuh empat setenga tahun lebih ini sangat memprihatinkan. kalau pemda malaka lebih utamakan belanja yang mewah-mewah di banding kesejahteraan rakyat Malaka itu sendiri,” tandas Alfred Untuk mempertegas pernyataannya.

Selain itu, ditanya soal bantuan 12 unit mobil yang disahkan DPRD itu sangat tidak substantif.

“Seharusnya anggota dewan lebih memperhatikan Kepentingan rakyat di banding pemberian 12 unit Mobil Dinas itu. apa lagi para anggota dewan kabupaten malaka notabene nya anak asli Malaka, mereka harusnya lebih tau keadaan rakyat Malaka seperti apa,” tegas Baun

Alfred juga menduga, belanja 12 unit mobil kepada Gereja ada efek dugaan korupsi.

“Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) seharusnya di fungsikan untuk memperhatikan Kondisi rakyat bukan belanja mobil untuk gereja,” jelasnya lagi.

Alfred pun menanggapi beberapa opini di media sosial terkait pemberian 12 unit mobil yang di Berikan oleh Pemda Malaka kepada gereja untuk membantu umat, sangat tidak benar.

Penulis : Jober

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini