Home / Daerah / Tahun 2020, Pemkab Manggarai Komitmen Stop Buang Air Besar Sembarangan

Tahun 2020, Pemkab Manggarai Komitmen Stop Buang Air Besar Sembarangan

143 Kali dibaca
IMG-20190517-WA0000

Bagikan Halaman ini

Ruteng, penanusantara.com – Kemarin 16 Mei 2019 Bupati Manggarai beserta seluruh Kepala Desa/Lurah dan Camat beserta ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) masing-masing tingkatan berkumpul di Ruteng untuk mendeklarasikan komitmen Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) hingga 2020.

Kabupaten Manggarai masih memiliki angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang tinggi.

Selain itu, akses terhadap sanitasi oleh tiap-tiap rumah tangga juga masih kecil. Dengan jumlah populasi yang
tinggi dan angka kecukupan air bersih yang masih rendah, hal ini dapat berdampak pada angka stunting
yang tinggi.

Namun, Bupati Manggarai, Deno Kamelus memiliki komitmen yang tinggi untuk memberantas BABS melalui program Water for Women (WfW).

Melalui proyek WfW ini, Yayasan Plan International Indonesia (YPII) melaksanakan program 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Mayarakat yang berkesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (STBM GESI) yang dintegrasikan dengan kesetaraan gender dan inklusi kelompok marginal.

Tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kesehatan, kesetaraan gender dan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui program sanitasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, wirausaha sanitasi, dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta organisasi kelompok marginal, proyek ini akan menjangkau 450.000 penerima
manfaat yang berada di Kabupaten Manggarai (NTT) dan Kabupaten Sumbawa (NTB).

Proyek WfW tidak hanya mendorong terjadinya peningkatan akses dan layanan sanitasi dan hygine yang
layak dan berkelanjutan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif kelompok marginal sehinga mereka dapat
menjadi agen perubahan atas hak – hak mereka yang berkaitan dengan sanitasi.

Dalam pelaksanaannya,
YYPII dan pemerintah Kabupaten Manggarai menyadari pentingnya peran serta PKK dan komitmen desa
dalam mencapai tujuan pelaksanaan STBM GESI di kabupaten Manggarai.

Komitmen pemerintah dalam
upaya pencapai target pelaksanaan desa – desa STBM harus diwujudkan melalui pendanaan yang
memadai.

Peran perempuan sangat penting untuk perubahan perilaku di rumah tangga, terutama terkait dengan
sanitasi. Sehingga sudah selayaknya pembangunan sanitasi melibatkan perempuan secara aktif.

Maka dari itu, penting bagi pihaknya untuk memastikan bahwa mereka memegang erat komitmen pemerintah kabupaten Manggarai untuk bersama-sama meingimplementasikan proyek Water for Women.

“Melalui proyek ini, Yayasan Plan International Indonesia berharap ada sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan pelaku di masing-masing tingkatan daerah, terutama PKK sebagai elemen penting terwujudnya Manggarai yang bebas BABS,” tutur Linda Sukandar, Fundraising Director Yayasan Plan International Indonesia.

“Kita pikir pembangunan itu hanya sekedar infrastruktur, pembangunan gedung, dan lapangan pekerjaan.
Padahal itu semua sebenarnya adalah ujung dari proses yang dibawa oleh Plan Indonesia tentang kebersihan dan sanitasi. Manggarai harus bisa turun peringkat di angka gizi buruk dan stunting,” tambahnya

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTT sekaligus istri Gubernur NTT, Julie Laiskodat menambahkan bahwa sangat penting untuk melibatkan PKK untuk duduk bersama dalam perumusan dana desa untuk
kepentingan masyarakat.

Peran perempuan sangat penting dalam proses ini. Sayangnya, kami
kekurangan akses dan fasilitas,” ujarnya.

“Pertemuan hari ini adalah langkah awal untuk peran bersama dari seluruh elemen dalam mencapai
sanitasi total. Semua ini diawali oleh perubahan perilaku yang akhirnya menjadi budaya kita bersama.Kalau Yayasan Plan International Indonesia sudah datang urus kita, harusnya kita malu kalau kita tidak urus diri sendiri,” ujar Bupati Deno Kamelus dalam sambutannya.

Sebagai upaya mendukung program Pemerintah dalam memperbaiki akses sanitasi dan mengurangi
angka stunting, Yayasan Plan International Indonesia berusaha untuk mengajak perempuan supaya dapat
lebih terlibat dalam prosesnya.

Maka dari itu, Yayasan Plan International Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli dan mendorong kesetaraan hak perempuan. Berikan kesempatan yang
setara untuk mereka dapat menyuarakan hak-haknya dan maju ikut terlibat dalam perubahan

Kons Hona, Pito Atu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini