Ubi Ungu Dipasarkan Capai 1.000 Ton, Singapura dan Korea Jadi Peminat Ubi Ungu

  • Whatsapp
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com- Pasar ubi ungu tak perlu diragukan lagi. Saat ini total yang dipasarkan, baik di NTT, luar NTT maupun ke luar negeri sudah mencapai 1.000 ton. Dan, budidaya ubi ungu sudah tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT.

Jumlah ini akan terus meningkat, mengingat ubi ungu yang dikembangkan Iban Medah Foundation ini terus melakukann pembibitan. Bahkan, setiap kabupaten/kota akan mempunyai pusat pembibitan sendiri.

Read More

banner 300250

Penemu Metode Zet dalam pengembangan ubi ungu, Ir. Zet Malelak, Jumat (17/03) mengatakan sebanyak 1.000 ton ini merupakan hasil budidaya di beberapa daerah, seperti Kabupaten Kupang, daratan Sumba, Rote, Alor dan TTS.

Menurut Zet, dalam budidaya ubi ungu, untuk areal seluas satu hektar akan menghasilkan 100 ton. Oleh karena itu, budidaya ubi ungu sangat menguntungkan. Apalagi, kondisi NTT yang kering sangat cocok untuk budidaya ubi ungu.

“Tidak perlu banyak air. Air dari dapur, kamar mandi pun
bisa,” kata Zet.

Zet mengatakan, ia memilih mengembangkan ubi ungu yang sangat potensial. Pasalnya, ubi ungu bisa menggantikan beras. Karena jenis umbi-umbian ini bisa diubah menjadi beras dengan menggunakan teknologi.

“Saya yang menggulirkan ubi ungu untuk Pak Ibrahim Medah itu tiga tahun risetnya. Dan hari ini 100 ton per hektar. Ini kenyataan. Sampai saat ini,” katanya.

Menurutnya masyarakat tak perlu ragu soal pasar karena pasar dalam daerah sendiri belum terpenuhi. Pasar luar daerah pun sangat potensial. Bahkan, saat ini sudah ada permintaan dari Singapura dan Korea Selatan.

Menurut Zet, ubi ungu adalah salah satu produk pertanian yang tidak mengeluarkan investasi yang mahal. Dan, saat ini sudah 20-an juta anakan disebar ke seluruh daerah di
NTT. Pasalnya, Iban Medah ingin menjadikan NTT sebagai daerah pertanian yang potensial.

Zet mengatakan, dalam pengembangan pertanian, ia mencontoh Israel. “Israel memperkuat pertanian, baru dia undang masuk orang untuk datang lihat. Jadilah wisata anggur di Israel. Jadi pertanian yang menjadi lokomotif.

“Kalau Pak Iban jadi Gubernur pertanian dikembangkan besar-besaran.
Teknologi disiapkan, rakyat tinggal kerja,” ujar Zet yang Juga dosen Fakultas Pertanian UKAW Kupang ini.

Tim

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *