Home / Daerah / Urus Veteran di Belu, Diduga Warga Di Minta Bayar Rp. 6.300.000 ke Herman Atok

Urus Veteran di Belu, Diduga Warga Di Minta Bayar Rp. 6.300.000 ke Herman Atok

1229 Kali dibaca
Ilustrasi
Ilustrasi

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Mengurus Administrasi Calon Anggota Veteran, masyarakat yang merupakan pejuang timor-timor diuga diminta untuk membayar atau menyetor uang sebanyak 6.300.000 kepada Herman Atok.

Permintaan untuk menyetor uang sejumlah 6.300.000 itu disampaikan Herman Atok kepada salah satu masyarakat yang tidak ingin namanya di sebutkan.

Menurut Herman Atok bahwa uang sejumlah 6.300.000 itu nanti digunakan untuk kepengurusan administrasi diantaranya, 5.000.000 untuk uang sukarela mengurus veteran dan 1.300.000 untuk biaya pakaian veteran.

Sementara persyaratan yang disiapkan diantaranya, Pas foto ukuran 4×6 4 lembar latar belakang merah, 3×4 5 lembar, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Nikah atau Surat Nikah, untuk legalesir nantinya dilakukan di rumahnya yang dijadikan kantor.

Proses kepengurusan nantinya lewat Kupang Kantor Minvited Kupang dan langsung ke jakarta.

Herman sendiri mengaku bahwa dirinya sudah mengurus sebanyak 65 orang.

Sebelumnya, media ini mencoba mengkonfirmasi ke Herman Atok, Sabtu 02 Mei 2020 enggan berkomentar dan menanyakan masyarakat siapa-siapa yang melaporkan.

“Masyarakat siapa-siapa yang melaporkan,” tanya Herman

Herman Atok (foto:ist)

Herman Atok (foto:ist)

Herman pun meminta kepada wartawan untuk datang ke rumahnya yang ia gunakan sebagai kantor.

“Jadi begini, Kalau wartawan ingin bertanya kebenaran datang di kantor saya,” katanya.

Ditanya soal alamat kantor, Herman menjelaskan bahwa kantornya di Rumah di Waedomu, ia pun meminta wartawan untuk datang dan membawa masyarakat yang melakukan pengaduan.

“Dan juga datang tolong bawah dengan masyarakat yang mengadu itu tolong bawah nama lengkap,” pintanya.

Ditanya lagi soal nama kantor yang ada dirumahnya, Herman menjawab Datang langsung ke rumahnya.

“Datang langsung ke rumah saya,” singkatnya.

Karena tidak tau soal rumahnya, Wartawan Media ini coba menanyakan lagi tentang alamat kantor yang ada di rumahnya, Herman menjawab kepada wartawan untuk tanyakan kepada Bupati Belu Willy Lay.

“Kalau tidak tau sudah, kalau tidak tau datang lapor ke Bupati Belu baru panggil saya, begitu, sudah dengar,” tegas Herman. (Pito)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini