Home / Daerah / Warga Dusun Hailulik A Desa Naitimu Rindu Jalan Aspal

Warga Dusun Hailulik A Desa Naitimu Rindu Jalan Aspal

561 Kali dibaca
IMG_20191029_174000

Bagikan Halaman ini

Atambua, penanusantara.com – Kondisi jalan berlumpur saat musim hujan dan berbatuan masih sangat dirasakan masyarakat Dusun Hailulik A Desa Naitimu Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar) Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebab kondisi jalan yang masih tanah putih berbatuan dan berlumpur saat hujan membuat warga kesulitan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.

Seperti yang disampaikan Goris Manek, tokoh masyarakat Dusun Hailulik A Desa Naitimu yang mengeluhkan soal Jalan yang sampai saat ini tidak beraspal.

Jalan ini sudah rusak sejak dari Indonesia belum merdeka, Indonesia Merdeka dan sampai sekarang belum pernah di bangun.

Dijelaskan Goris, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu sudah datang dan mengukur jalan dengan panjang 1.800 meter tersebut namun sampai saat ini tidak ada tindaklanjut.

“Jalan ini sudah pernah Dinas PUPR datang ukur, tapi sampai sekarang tidak pada perubahan,” keluhnya kepada Anggota DPRD Belu Nini Wendelina Atok saat menggelar Reses di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar) Selasa, 29 Oktober 2019.

Ditambahkannya, Pihaknya sudah sampaikan pengeluhan ini kepada Pemkab Belu, dan bagi dirinya sebenarnya Bupati Willy Lay pernah menjanjikan untuk membangun jalan ini menjadi aspal sesuai permintaan masyarakat saat kampanye paket Sahabat tahun 2015.

“Pak Bupati minta kami punya orang tua, ketua-ketua adat semua Novena supaya dia (bupati red) menang atau kalah tetap akan bangun jalan tapi sampai sekarang, dia (bupati red) sudah terpilih dan selama empat tahun aspal tidak kasih masuk,” ujarnya dengan nada kesal.

Anggota DPRD Belu Nini Wendelina Atok (tengah) saat mendengar aspirasi masyarakat.

Anggota DPRD Belu Nini Wendelina Atok (tengah) saat mendengar aspirasi masyarakat.

“Yang penting kamu Novena buat saya biar saya bisa bangu jalan,” tambahnya mengulang kembali kata Bupati saat itu.

Untuk menjawab aspirasi masyarakat, Nini Wendelina Atok pada kesempatan itu menjelaskan bahwa dirinya hanya mendengar masukan dan harapan dari masyarakat dan yang nantinya akan disampaikan ke Pimpinan DPRD dan diteruskan kepada masyarakat.

“Reses ini saya hanya banyak mendengar dari Bapak/ibu semua, silahkan Bapak dan mama sampaikan aspirasi sesuai kebutuhan masyarakat yang mendasar.

Mengenai jalan dan air seperti yang dikeluhkan masyarakat, politisi partai berlambang matahari ini menyampaikan bahwa dirinya akan meneruskan pengeluhan masyarakat ke DPRD.

“Akan saya sampaikan ke sidang DPRD, saya sampaikan ke Pimpinan Dewan,” jelasnya.

Dijelaskan Nini bahwa Reses kali ini merupakan reses perdana usai dilantik menjadi DPRD.

Ade Racel

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini