Home / Daerah / Warga Keluhkan Serbuan Lalat, Pimpinan DPRD Manggarai Angkat Bicara

Warga Keluhkan Serbuan Lalat, Pimpinan DPRD Manggarai Angkat Bicara

234 Kali dibaca
IMG_20190205_120140

Bagikan Halaman ini

Ruteng, penanusantara.com – Warga Mena, Kelurahan Compang Tuke, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai keluhkan lalat-lalat yang bertebaran di rumah mereka.

Akhir-akhir ini, populasi lalat yang diduga bersumber dari kandang ayam milik CV. Tri Mitra Bahagia semakin meningkat.

“Tentunya, hal ini sangat mengganggu kesahatan dan kenyaman warga setempat,” ungkap Alfonsius Dabur salah satu warga di sekitar lokasi peternakan ayam petelur.

Keluhan itu juga, datang dari pemilik tokoh Violeta, Selestinus S. Surono, ia merasa dirugikan, karena barang dagangannya di hinggap lalat yang menyebabkan pembeli merasa terganggu.

Selain itu, para suster di Biara Mena, kata Selestinus, keluhkan serbuan lalat-lalat itu. tuturnya kepada Wartawan, Kamis, (31/1/2019).

Persoalan ini, langsung ditanggapi secara serius oleh wakil ketua DPRD Manggarai, Paul Peos.

Sebagai wakil rakyat, Peos menegaskan, pemilik peternakaan ayam petelur itu harus melakukan tindakan untuk mengatasi ledakan populasi lalat.

Selain itu, kata dia, instansi teknis yang mengeluarkan izin untuk meninjau kembali syarat-syarat mendirikan sebuah usaha peternakan.

“Jika ditemukan penyimpangan dalam tataran implementasi di lapangan, maka perlu diambil langkah cepat. Misalnya, memerintahkan pengusaha untuk penuhi persyaratan.Tetapi bila memang dipandang perlu demi kesehatan lingkungan, pemukiman, maka sebaiknya usaha peternakan ayam petelur itu ditutup saja,” tegas Politisi PDI-P melalui pesan Whatsapp yang di terima media ini, Senin (4/2/2019).

Terkait rencana warga Mena akan mendatangi DPRD Manggarai, Paul Peos menuturkan, itu hak warga, dengan kehadiran masyarakat di DPRD Manggarai, mungkin ada upaya cepat untuk mengatasi masalah.

“DPRD punya dasar untuk melakukan dengar pendapat,” kata Peos.

Ia berharap, jika populasi lalat meningkat dan sangat mempengaruhi keberadaan warga setempat, maka perlu dilakukan intervensi cepat dari dinas teknis.

Kons Hona, Pito Atu

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini